25 Tahun Berkarya, NTRL Siap Lepas Album XXV

Kamis, 17 Mei 2018, Info Band

Awal dari 25 tahun perjalanan NTRL dimulai – salah satunya – ketika Bagus, Bimo, Miten tampil ‘mengacak-ngacak’ lagu Come As You Are-nya Nirvana pada malam 16 Oktober 1992 di diskotik Voila, Jakarta Selatan. Tahun yang sama juga ketika nama Netral untuk pertama kalinya diperkenalkan, dan mereka adalah tiga anak muda yang mendobrak keterbatasan skill dengan menulis lagu-lagu keras yang lugas dan menerobos kancah rock nasional yang saat itu monoton dijamuri para veteran rock balada.

 

Netral muncul sebagai kekuatan alternatif, melolong tanpa harus menjantankan diri dalam liga band-band machismo. Lagu-lagunya memiliki judul sederhana yang galak memotong basa basi, sebut aja Wa...Lah!!!, Sampah, Rusak, atau Pelor, Biang, Mampet. Semangat mereka cuma satu: punk rock.

 

Pada 1994 Netral bergabung dengan major label Bulletin Musik, sebelum akhirnya memetik rangkuman sejarah; debut album self-titled keluar setahun berikutnya, kemudian menjadi band pembuka bagi Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys di Jakarta Pop Alternative 96’, berturut-turut merilis album kedua (Tidak Enak, 1997), dan ketiga (Album Minggu Ini, 1998).

 

Tidak lama kemudian pecah kongsi terjadi dengan Bimo yang berujung dengan masuknya Eno Gitara, yang kemudian menghasilkan album Paten (1999) dan Oke Deh (2001), sampai dimulainya era baru bersama Coki Bollemeyer semenjak album Kancut (2003) hingga enam album selanjutnya. Pada 2015, bertepatan dengan dilepasnya album ke-13, 11/12, Netral resmi mengakronimkan namanya menjadi NTRL.

 

Total 160 lagu sudah diterbitkan NTRL sepanjang 25 tahun dalam berkarya di industri musik Indonesia, dengan rangkaian 14 perbendaharaan album. Kini, setelah merilis single pertama Zero Toleransi pada 4 Mei kemarin, trio Bagus-Eno-Coki meluncurkan hidangan utamanya: album XXV yang berisi tujuh lagu baru dengan sound modern yang menghimpun eksplorasi riff anyar NTRL dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, plus mini antologi berupa aransemen ulang dari 19 lagu lama sejak era Wa...Lah!!!, Pucat Pedih Serang sampai Haru Biru, Pertempuran Hati, dan Garuda di Dadaku.

 

Agar tercipta jembatan bagi penggemar lama dan baru, sehingga karya-karya NTRL dapat terus lestari dan terpugar abadi. Sedangkan tujuh lagu baru dalam XXV merupakan adaptasi NTRL terhadap kancah musik rock masa kini, termasuk mengajak pemain synthesizer Aria Prayogi untuk menghasilkan nuansa elektronik 80-an di lagu Mimpi, Mantra, Getir dan Anti Materi. Progresi tersebut kemudian didukung oleh proses rekaman dengan fasilitas teknologi kelas wahid studio Shoemaker.

 

“Kami sangat serius memperhatikan kualitas album ini, teknik yang digunakan adalah wall of sound dengan metode semi-live supaya kedengaran lebih nampol,” ungkap Coki.

 

Album XXV dikerjakan dalam waktu 2 bulan pada 2017 kemarin dan akan dirilis 25 Mei mendatang via NTRL Records. Tersedia juga box set album yang bakal dirilis secara terbatas. Masa depan disongsong NTRL dengan cerah, 25 tahun merupakan perjalanan berharga yang sudah sepatutnya dirayakan. Viva le Netral!

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
148 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000