Ajak Penggemar Sing Along, Joko in Berlin Rilis Video Lirik ‘Misanthropy’

Senin, 03 Agustus 2020, Info Band

JAKARTA – Band dream pop indie Joko in Berlin membuat terobosan agar para penggemar semakin larut menikmati single anyar mereka ‘Misanthropy’. Mellita Sarah (vocal & song writter), Fran Rabit (bass & song writter), Popo Fauza (keyboard, composer, arranger & music producer), dan Marlond Telvord (drum) meluncurkan video lirik Misanthropy yang sudah bisa dilihat di Youtube sejak 9 Juli 2020.

 

Sang keyboardist, Popo Fauza, bertutur peluncuran video lirik Misanthropy merupakan hal diluar kebiasaan Joko in Berlin. Sebelumnya, mereka selalu membuat video musik untuk single-single yang baru dilepas ke pasar musik. Dengan hadirnya video lirik ini para penggemar diharapkan bisa semakin jatuh cinta dengan lagu baru mereka dan semakin mengenal karya-karya Joko in Berlin.

 

“Dengan adanya video lirik ini, para penggemar bisa lebih memahami makna lagu Misanthropy dan juga sing along dimanapun dan dalam kondisi apapun. Karena lagu ini memang didedikasikan bagi mereka membutuhkan energi tambahan di masa-masa seperti sekarang,” ujar Popo.

 

Video lirik Misanthropy menampilkan visual dua sisi jendela kaca yang dikemas secara sederhana namun sarat makna. Dimana satu sisi terpampang sang vokalis, Mellita berdiri termangu menempelkan sebelah tangannya ke kaca. Sementara sisi lainnya menampilkan lirik Misanthropy dengan gaya font tulisan tangan yang muncul bergantian mengikuti alunan musik.

 

Video berdurasi 3 menit 35 detik tersebut mendapat respons positif dari penikmat musik Tanah Air. Banyak dari mereka yang membanjiri kolom komentar memuji lagu serta video lirik tersebut, menilai bahwa karya Joko in Berlin memiliki cita rasa internasional.

 

“International abis,” tulis pemilik akun Shyclops music.

 

“We enjoy. Selalu kece nih, Joko in Berlin! Cheers!,” komentar Aenje Music.

 

“Semoga bisa jadi penyanyi internasional dan selalu sehat agar bisa tetap berkarya,” tulis Adhadian Pandu.

 

Misanthropy berkisah tentang kondisi seseorang yang memiliki jiwa introvert dan ingin jauh dari keramaian dunia. Kata Misanthropy memiliki filosofi mendalam, yang diambil dari Bahasa Yunani, yang berarti kebencian pada dunia. Ide menciptakan Misanthropy berawal dari kesamaan karakter keempat personel JIB yang memiliki sikap tertutup dan tak ingin terlalu larut dengan hiruk pikuk dunia. Lirik lagu yang ditulis oleh Fran Rabit dan diaransemen oleh Popo Fauza ini akan memberikan keseruan bagi penikmat musik dalam proses pengasingan diri.

 

“Lagu Misanthropy menceritakan bahwa setiap orang punya sisi yang ingin mengunci diri dari dunia, bisa dibilang seperti introvert. Dan ternyata lagu ini cukup relate dengan kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi dimana banyak orang lebih memilih untuk tinggal di rumah dari pada keluar,” sahut Fran Rabit.

 

Joko in Berlin sebelumnya telah merilis tiga official music video untuk single Beauteous, Senja dan Euphoria. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan hasil visual terbaik untuk tiga video musik tersebut, mereka menjalani syuting di sejumlah negara di Eropa, yaitu Ceko, Jerman, dan Slovenia, serta di Negeri Matahari Terbit, Jepang.

 

Seperti pada video musik Senja, Joko in Berlin menyuguhkan keindahan panorama kota Praha (Ceko), Desden (Jerman), dan Ljubljana (Slovenia) dengan konsep para personel mengenakan kacamata unik sembari menari dan berjalan di jalanan berbagai sudut kota tersebut. Lalu pada video musik Euphoria, yang juga mengambil latar negara Ceko dan Jerman, menggambarkan perjalanan personel JIB menggunakan kereta kuda serta kereta listrik khas Praha. Sedangkan untuk video musik Beauteous, JIB menonjolkan kecantikan kota Karuizawa, Jepang.

 

Tak berhenti sampai di sini, Joko in Berlin siap memanjakan penikmat musik dengan karya-karya baru yang berkualitas. Mereka berkomitmen menelurkan satu single baru setiap bulannya sepanjang tahun 2020, terhitung dari Mei hingga Desember, JIB berencana meluncurkan delapan lagu terbaru. Jika tak ada aral melintang, single tersebut juga akan dilengkapi dengan video lirik ataupun video musik.

 

Saat ini para personel Joko in Berlin sedang menjalani proses workshop. Delapan lagu anyar yang siap dirilis akan menyuguhkan warna musik dan mood yang berbeda-beda, seperti laiknya karya sebelumnya. Hal itu karena JIB ingin pendengar merasakan sesuatu yang baru setiap menikmati seluruh lagu.

 

“Setiap lagu JIB kami selalu memberikan sound yang berbeda dan unik. Seperti halnya di Misanthropy ini di intro ada kayak petikan gitar ukelele. Nah yang mana part ukelele itu ada sedikit di lagu Senja. Jadi meski nuansa pada setiap lagunya berbeda, tetap ada unsur kesamaan hanya saja dikemas dengan cara berbeda dan fresh,” tutup Popo.

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
58 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000