ALBUM PERDANA IRAMA PANTAI SELATAN “DENDANG SAMUDRA” TELAH RILIS!

Jum'at, 25 September 2020, Info Band

Aloha! Amboi! Untuk semua teman-teman yang membaca rilis pers ini. Setelah 6 bulan menunggu sejak rilisnya Jelita dan Khayalan Rakyat sebagai single pembuka, akhirnya dengan ini kami merilis debut album perdana Irama Pantai Selatan bertajuk DENDANG SAMUDRA yang akan rilis pada tanggal 25 september 2020.

Sebelumnya, kami berencana merilis Dendang Samudra di bulan April 2020. Namun, Pandemi Covid-19 menyerang dan mengagalkan hampir semua plan yang telah kami susun. Yang paling berdampak adalah jadwal Mixing dan Mastering yang ikutan mundur karena adanya karantina mandiri. Mau tidak mau kami harus menunggu dan mencari lagi waktu yang tepat untuk perilisan hingga akhirnya semua proses rekaman, mixing dan mastering terselesaikan di bulan Juni 2020.

Rencana baru kemudian kami siapkan, dengan merilis Khayalan Rakyat sebagai single kedua di bulan Juli disusul kemudian album penuh pada 25 september.

AWAL MULA NAMA “DENDANG SAMUDRA”

“Dendang Samudra” sebenarnya adalah nama yang tercetus begitu saja, kami lupa siapa yang pertama kali berucap entah itu Arief atau Sigit. Yang kami ingat adalah momen nya, ketika kami berdua bersama beberapa kawan bersantai di pinggir pantai Ancol sambil melihat laut di awal 2019. Kami berangan- angan, akan seperti apa album Irama Pantai Selatan nanti dan apa namanya, lalu terucap spontan nama “Dendang Samudra” yang kemudian kami sepakati di kemudian hari.

Tidak ada filosofi khusus dari nama tersebut, Dendang Samudra hanyalah nama yang mewakili Musik Irama Pantai Selatan yang sudah dikenal para pendengar sebagai Irama Dendang Bernuansa Pesisir.

PROSES REKAMAN “DENDANG SAMUDRA”

Pada Juni 2019, dimana project ini dimulai. Kami bertemu untuk kedua kalinya dengan Ricky Virgana setelah pertemuan pertama di 2018 yang dirasa tidak begitu berhasil, karena kami belum begitu matang secara materi dan visi bermusik kami juga masih abu-abu. Pertemuan kedua ini jauh lebih berkualitas, karena kami sudah cukup matang secara materi dan “tau” apa yang ingin kami buat. Tidak butuh waktu lama dan diskusi berlarut-larut untuk membuat Ricky setuju untuk menjadi produser dan Nakhoda kami dalam pelayaran menuju Dendang Samudra.

Proses pengerjaan Dendang Samudra memakan waktu selama 6 bulan dalam proses rekaman nya. Dibantu oleh teman-teman yang biasa mengiringi kami pentas dan beberapa musisi lain nya seperti Rolanda Sasongko pada Violin di “Khayalan Rakyat”, Armiya Husein pada Flute di “Es Kelapa Muda”, Sisilia Virgana pada Cello di lagu “Puja Puji Puspa Hati” & “Asmara Lautan Biru” dan Pendongeng & Ukulelist Dandi Ukulele di lagu “Bintang Laut”.

Hampir semua instrumen di rekam di Vakansi Studio Tebet, kecuali Vokal yang dilakukan di Odessa Studio, Darmawangsa. Proses Rekaman Dendang Samudra berlangsung dengan begitu santai dan tidak tergesa-gesa untuk mengejar hasil yang baik. Tidak ada timeline rekaman, setiap sesi kami lakukan ketika mood sedang baik. Walaupun pada akhirnya jadi lama, tapi pada intinya kami mengejar kata “menyenangkan” dalam sebuah proses, ya ga masalah lah.

Peran Ricky dalam proses rekaman ini cukup besar terutama dalam referensi musikal dan karakter musik kami. Kami memiliki ketertarikan yang sama akan musik populer Indonesia periode 50-60an yang menjadi dasar referensi Dendang Samudra, Sehingga ada banyak suntikan warna baru di musik Irama Pantai Selatan yang menjadi pembeda dari rilisan kami sebelumnya.

Setelah rekaman selesai, atas rekomendasi Ricky, Proses Mixing kami lakukan di Studio Masak Suara bersama Firzi O (Orang dibalik mixing album Taifun, Barasuara) dilanjut proses Mastering yang kami percayakan kepada Rhesa Aditya (Endah n Rhesa) di Shane’s Lab Studio. Bekerja dengan orang-orang hebat seperti ini tidak terbayangkan buat kami sebagai band yang masih seumur jagung dan baru-baru ini “kecemplung” dalam skena musik indipenden Indonesia. Ahh senangnya!

LAGU-LAGU DI DENDANG SAMUDRA

Terdapat 8 lagu di album Dendang Samudra, Musik Irama Pantai Selatan di album ini banyak terinspirasi dari musik-musik Indonesia di tahun 50-60an seperti Adikarso, Orkes Kelana Ria, Oslan Husein, Bing Slamet, Soejoso Karsono dan Titiek Puspa.

Secara Musikal, kedelapan lagu ini punya warna yang berbeda namun dengan satu benang merah “Ukulele” sebagai instrument musik utama dari Irama Pantai Selatan.

Ada lagu bernuansa Latin dalam “Dendang Samudra”, Nuansa Jazz dalam “Asmara Lautan Biru (di cilincing)” dan “Puja Puji Puspa Hati”. Dendang Irama Lenso dalam “Goyang Lenso” dan “Es Kelapa Muda”, Musik Ragtime yang dinamis dalam “Khayalan Rakyat” dan tentunya musik Hawaiian dalam “Jelita” dan “Bintang Laut”.

Setiap lagu-lagu di Dendang Samudra punya karakter nya sendiri, kami tidak ingin membatasi diri bahwa Irama Pantai Selatan hanya memainkan musik Hawaiian yang kental dengan unsur Lapsteel dan mendayu-dayu seperti gelombang lautan teduh. Pada kesempatan ini kami ingin bereksplorasi lebih jauh, baik itu secara musikal dan juga karakter.

Dari segi lirik, kami mencakup cerita yang lebih jauh dan tidak hanya terfokus pada lautan dan isinya saja. Tapi juga kehidupan warga pesisir dan segala tingkah lakunya. Seperti contoh, pada lagu “Jelita” dimana kami menceritakan seorang primadona pesisir yang menjadi idola para nelayan dan jatuh cinta di Pantai Cilincing dalam lagu “Asmara Lautan Biru”.

 

Dendang Samudra adalah perjalanan awal kami dalam mengarungi skena musik terutama di Indonesia. Semoga para pendengar berkenan dan bisa ikut berdendang bersama kami.

Salam, Menyiur Selalu!

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
135 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000