Alseace 2016, selangit penuh mendung memperingatkan

Rabu, 24 Februari 2016, Review

Judul artikel kali ini meminjam satu kalimat di dalam lirik lagu "Hujan Mata Pisau" yang merupakan milik sebuah grup rock busuk yang kemarin tampil di Alseace 2016, FSTVLST. 

 

Alseace sudah selesai kurang lebih 3 hari yang lalu, izinkan gw untuk sedikit mengingat-ingat kejadian yang terjadi 3 hari yang lalu di sana. Bertempat di salah satu pusat tamasya & rekreasi keluarga, teman-teman Al-Azhar BSD sukses mengundang ribuan orang untuk hadir dan beramal untuk penyediaan air bersih di provinsi Banten. Dengan mengundang 9 Guest Star dari berbagai genre sepert Hardcore, Pop, Pop Punk, Rock, Metal & Indie Pop, oiya maaf tidak ada DJ. Sepertinya Alseace tidak memerlukan genre EDM untuk membuat ramai pensi mereka.

 

Diawali band Hardcore yang konon katanya akan mengeluarkan album terbaru, yang gw kira sang vokalis adalah sang juru crewnya hahahha, ada Paper Gangster membuka siang bolong Ocean Park lalu disambut adik kelasnya Sweet As Revenge. Saat melihat Sweet As Revenge itu pertama kalinya gw melihat formasi tanpa sang bassist yang lama, Abah. Setelah mereka berdua tampil jagoan Reggae, Gangstarasta yang baru saja menyelesaikan tur album baru mereka "Betterway" ke Jatim & Bali. Crowd sudah mulai tercipta apa lagi Pee Wee Gaskins mengambil alih panggung yang kokoh dari Alseace. Dochi dan kawan-kawan sukses mengajak para Dorks untuk membuat crowd lebih liar, yeahh Dorks Never Say Die hahahaha.

 

Setelah break ashar, muncul 5 sosok pria yang mungkin membuat kalian asing, jauh 500km-nya untuk berkenalan bersama kalian yang datang hari itu. salah satu band rock busuk dari Jogjakarta mencoba peruntungan di Alseace 2016, nama band itu adalah FSTVLST salah satu band dengan album terbaik tahun 2014 ( Album Hits Kitsch ). Sudah 4 tahun gw masuk & keluar dari acara sekolah satu ke sekolah yang lain, dan gw sudah terbiasa juga melihat band-band yang memang biasa jadi langganan di Ibu Kota, tapi kali ini di Alseace langit seakan-akan memperingatkan lewat rintihan titik demi titik hujan jika 5 sosok pria tersebut tidak main-main, lewat lirik-lirik yang sangat sosial mereka menjemput akhir pekan dan mengajak untuk sebisa mungkin dirayakan, bagaimanapun kondisinya. FSTVLST adalah almost rock barely art, hampir rock yang busuk dan hampir seni yang murni. Kalian harus terus mengawasi band yang satu ini. YUCK FOUUU!!

 

Sehabis rombongan wayang FSTVLST hadir band indie legendaris, SORE. SORE dan segelas kopi hitam adalah perpaduan pas, ditambah awan mendung menjadi sempurna. Pergi Tanpa Pesan, Setengah Lima, R14 adalah ayat-ayat yang tidak pernah tidak menjadi nomor-nomor galau. Well, sebelum adzan maghrib muncul salah satu band Metal terbesar di Indonesia (gw males selalu tulis kaya gini sebenernya) anak cowo mana yang ga tau Burgerkill?kalo ga tau boleh dipertanyakan kejantanannya. Tipex dan My Love & Sweet Heart, Isyana Sarasvati menjadi penutup Alseace tahun ini yang ditutup lagu lagu nostalgia gw bersama Tipex waktu gw masih TK (yoa, waktu TK gw udah dengerin tipex) dan beat-beat pop Isyana Sarasvati yang kayanya baru mendapat band pengiring baru.

 

Sekali lagi terima kasih kepada teman-teman Alseace, Echa, Zacky, Nissa, Qisti, Haikal, Dono, Aan dan yang ga bisa gw sebutin semuanya ( eh iya Naura juga ). Terima Kasih atas kepercayaannya dan mohon maaf kalo ada yang kurang atau terlewat. Sampai jumpa lain waktu. Cheers

 

 

Isyana Sarasvati

 

 

Burgerkill

 

 

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
1228 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

T-Shirt Murder Miles Throat
T-Shirt Murder Miles Throat
IDR 160.000
IDR 135.000