Aya Anjani Bakal Jadi The Next Big Thing

Jum'at, 17 Agustus 2018, Artikel

Mungkin judulnya agak lebay ya, mengingat sebenernya Aya Anjani bukan pendatang baru banget sebenernya. Tapi kalau di industri musik Indonesia, putri almarhum Yockie Suryoprayogo mungkin nantinya akan diberi gelar seperti itu. Apalagi sejak kepergian sang ayah, sejumlah media nasional cukup menyorot soal sosok cewek yang awalnya dikenal lewat cover group musik-musik Jepang, Choco Miruku, pada 2013 silam.

 

Belum lama ini, tepatnya 9 Agustus lalu cewek yang biasa disapa Aya ini merilis single teranyarnya berjudul Roman Romansa dan akan disusul oleh single berjudul Kucingku pada September nanti. Dalam keterangan pers yang diterima, Roman Romansa merupakan sebuah perjalanan batin dan kegamangan dalam hubungan cinta. Menariknya lagu ini dikemas dalam aransemen musik 1980-an, di mana saat ini baru sedikit musisi Indonesia yang memasukkan unsur "jadul" ini.

 

Di sisi lain, belakangan juga Aya tampil di sejumlah gig. Nggak cuma memperkenalkan single baru, tapi tentu juga kembali berkenalan dengan para pendengar musik baru. Mengingat udah cukup lama Aya nggak merilis sebuah lagu yang gampang diingat, setelah Hei yang dirilis 2013 lalu.

 

Saya jadi teringat ketika pada 2013 lalu mewawancarai Aya untuk sebuah majalah remaja. Kala itu kalau nggak salah sih Hei belum dirilis ke pasaran dan kebetulan saya mendengarkan lagu tersebut duluan, tapi dalam versi akustiknya. Mungkin dari sekian wartawan musik kala itu, baru segelintir termasuk saya yang yakin kalau suatu saat Aya akan diperhitungkan.

 

Dan... mungkin sekarang adalah momen yang tepat untuk memperhitungkan seorang Aya Anjani. Suaranya yang mudah diingat (karena ada serak-serak gitu dan sependengaran saya sih agak kayak anak kecil gitu ya, nggak tahu kalau kamu),  gayanya yang cukup eksentrik, wajah yang sayu tapi hangat,  menurut saya udah jadi sajian komplit untuk Aya lebih berani lagi menegaskan langkahnya di industri musik Indonesia.

 

Bukan sekedar nyanyi, Aya juga menjadi penulis dan pembuat lagu untuk karya-karyanya. Untuk bisa dikenal lebih jauh lagi, tentu seorang penyanyi bukan cuma harus bisa nyanyi, tapi ya juga harus bisa bikin lagu, nulis lirik, memainkan alat musik udah pasti lah ya, membuat konsep musik video, bahkan mampu membuat konsep panggung yang menarik. Menurut saya sih, Aya udah bisa melakukan itu semua.

 

Dengan rilisnya Roman Romansa dan Kucingku September mendatang, penyanyi cewek "pendatang baru" pun dirasa semakin bertambah. Sebelumnya udah ada Vira Talisa, Rayssa Dhynta, Nadin Amizah, Monica Karina, and the mighty Ramengvrl yang sejak 2017 lalu sampai sekarang terus bermunculan, jadi semakin ramai aja kan koleksi penyanyi cewek Indonesia. Semakin berwarna pula, mengingat Aya ini memang memiliki image je-Jepang-an, karena memang "lahir" dari komunitas je-Jepang-an.

 

 

Menurut saya sih, dengan kuatnya image Aya di komunitas dan musiknya yang semakin ngepop, bukan nggak mungkin langkahnya akan "berbahaya" dan akan mengantarnya ke panggung-panggung musik yang lebih besar. Bisa aja satu waktu selain panggung musik indie seperti Synchronize Fest, Aya bakal tampil juga di panggung We The Fest atau bahkan panggungannya merambah ke negara-negara lain.

 

Sekali lagi, secara kualitas musik Aya udah oke. Musik yang fun, lirik yang jujur dan sederhana, gaya yang cukup mudah diingat dan gampang nempel di kepala, pastilah akan mudah mengantarnya ke panggung musik yang lebih besar. Tinggal bagaimana Aya menjaga konsistensi dalam bermusik aja nantinya.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
164 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000