Black Panther - Review : Film yang Sedikit Lebih Serius dari Marvel Studios

Kamis, 15 Februari 2018, Artikel

Keluar dari bioskop setelah menonton film Black Panther tuh rasanya bener-bener pengen cepet-cepet April buat nonton Avengers: Infinity War. Soalnya jaraknya perilisannya deket banget dan Wakanda bakal jadi tempat pertempuran antara Avengers dan juga Thanos beserta pasukannya. Padahal standalone-nya sang Raja Wakanda ini nggak bener-bener bakal nyambung banget ke the next Avengers, tapi kamu tetap harus menontonnya.

 

Bisa dibilang film Black Panther ini jadi salah satu film Marvel Studios di Marvel Cinematic Universe yang punya konflik cerita yang paling relate ke kehidupan kita sehari-hari. Terutama konflik-konflik  yang terjadi di negara dunia ketiga, seperti Wakanda (yang sebenernya bukan negara miskin), yang ternyata masih menjunjung tinggi upacara adat, pembagian suku dan konflik antar suku, sampai paranoidnya mereka untuk menerima warga negara lain yang berkulit putih. Nggak paranoid banget sih sebenernya.

 

Ryan Coogler menurut saya sukses membuat saya dan juga penonton premiere film yang dibintangi Chadwick Boseman ini untuk meningkatkan respect kepada orang-orang kulit hitam. Kenapa? Soalnya dari banyak film Hollywood, jarang banget orang-orang kulit hitam sangat dominan jadi sosok protagonis. Emang sih sebelumnya ada Blade, tapi menurut saya sosok Pelindung Wakanda ini jadi "gong" untuk mengajak kita untuk meningkatkan respect, toh kita sama-sama manusia dan memang hidup juga bergantung sama lain bukan?

 

Yap, sepanjang saya nonton film ini bukan aja saya menikmati filmnya yang seru, konfliknya kompleks, dan menikmati jokes ala BP, tapi juga menikmati unsur-unsur musik kulit hitam dan musik tradisional Afrika yang sangat etnik, looks mereka yang eksotis, dan juga penggambaran adat budaya Afrika yang buat saya kental banget. Menurut saya unsur kesetaraan di film ini dapet banget.

 

 

Pertarungan batin seorang Raja

Ah ya, enaknya sih sekarang ngomongin cerita dari film ini, setelah ngomongin apa yang saya suka dan hal-hal positif dari film BP. Jadi gini, film satu ini menceritakan proses seorang T'Challa untuk menjadi Raja Wakanda setelah sang ayah tiada di film Captain America : Civil War. 5 suku yang ada di Wakanda menjalani prosesi adat untuk mengangkat sang Raja baru, tapi ada satu suku yang memang kayaknya sih "bengal" dan melawan T'Challa, meskipun akhirnya kalah juga dan tunduk kepada sang Raja baru.

Akan tetapi, setelah bertemu Klaue (Andy Serkis) dan Erik Killmonger (Michael B. Jordan), konflik pun mulai masuk ke ranah pembalasan dendam. Bukan masalah si Klaue ini maling vibranium, tapi karena si Erik ini punya dendam pribadi sama keluarga Raja Wakanda, di mana cerita detilnya kamu harus tonton sendiri, hehehe...

Pertarungan yang sebenarnya justru terjadi di dalam diri T'Challa dan juga ayahnya. Ia harus memilih untuk terus menggunakan sumber daya Wakanda which is vibranium untuk Wakanda aja, atau menggunakannya untuk berbagi kebaikan kepada negara-negara lain. Dan di situ lah T'Challa diuji sebagai raja dan memang sosok T'Challa ini memang bijak banget ketika kamu menontonnya sampai akhir.

Baca Juga :

Konflik batin dalam diri T'Challa pun juga mempengaruhinya sebagai Black Panther. Ketika bertarung dengan Killmonger yang menggunakan kostum Golden Jaguar, kita juga melihat gimana T'Challa berusaha mengalahkan lawan dengan sebuah penghormatan. Konflik batin T'Challa, konflik dengan Erik Killmonger, sampai aksi heroiknya sebagai Raja bener-bener bikin saya berpikir seharusnya seorang pemimpin apapun itu, baik organisasi, kelompok, sampai kepala negara ya harus seperti T'Challa.

Ya, buat saya T'Challa adalah pemimpin ideal yang memikirkan segala sesuatunya sambil mempertimbangkan masukan dari bawahannya atau rekannya di kerajaan. Meskipun ada konflik internal, ia berani melawan anak buahnya yang membangkang meskipun anak buahnya berada dalam tekanan juga. Ia juga sukses bernegosiasi dengan suku yang memang "bandel" banget untuk diajak kerjasama. Tapi sayang, dia bukanlah pemimpin ideal untuk Avengers... Yang you know who siapa yang paling dominan di kelompok superhero tersebut...

 

Michael B. Jordan benar-benar bengis

Bicara soal musuh Black Panther, yaitu Erik Killmonger atau pengguna Golden Jaguar di film ini, kamu akan melihat Michael B. Jordan bener-bener jadi musuh yang bengis. Ia nggak cuma membantai warga negara lain, tapi juga warga Wakanda sendiri. Maksudnya gimana? Ya detil ceritanya kamu tonton aja lah di bioskop...

 

Yak, intinya akting dari Michael menurut saya totalitas banget dan keren. Saya tertarik banget sama sosok Killmonger ini, bukan cuma dari style-nya yang oke, tapi buat saya kesan penjahatnya tuh dapet banget. Kejam juga dan orang penuh dendamnya dapet banget, plus dia juga jadi sosok penjahat yang menghormati lawannya juga dapet. Buat saya sih, bisa lah Killmonger jadi sosok villain favorit setelah Loki-nya Tom Hiddleston.

Scoringnya cakep banget!

Salah satu yang saya juga dari film ini ya scoring-nya. Menurut saya bukan sekedar lagu-lagu Kendrick Lamar yang memang secara komposisi musiknya ciamik, tapi juga musik-musik tradisional Afrikanya kental banget. Setiap latar musiknya dalam menggiring atau menemani visual tuh pas dan kesan etniknya dapet banget.

 

Musiknya sih sebenernya yang bener-bener mendukung kenapa film ini layak dan harus banget kamu tonton. Jarang-jarang banget nih film Marvel Studios punya scoring yang langsung ngena banget dan terngiang di kepala saya. Eh ternyata usut punya usut, saya baru ngeh juga sih, ternyata Lucasfilm-lah yang meng-handle scoring film ini. Pantas aja bagus dan keren, soalnya kan Star Wars juga punya scoring yang juga cukup rajin masuk nominasi Oscar berkat produksi yang ciamik itu.

Baca Juga :

Tapi serius deh, kamu bakal suka nih sama scoring dan musik yang dimainkan di film Black Panther ini guys!

https://youtu.be/PJBmeqpw3DY

Sayang jokes-nya kurang "dapet"

Biasanya kalau nonton film Marvel Cinematic Universe saya sulit untuk tidak ketawa karena jokes-nya. Tapi berbeda dengan film Black Panther, menurut saya kurang "dapet" sih jokes-nya. Sehingga kadang agak kentang aja gitu ketika ada scene di mana Okoye ngelucu dengan logat dan perangainya, termasuk juga ketika Agen Ross bertingkah.

Di sisi lain, sebenernya kayak klimaksnya sih kurang dapet dan kurang greget. Mungkin udah greget ketika pertarungan awal di antara T'Challa dan Erik Killmonger, tapi mungkin kemasannya kurang wah atau kurang dramatis. Ya, itu sih pendapat saya, kalau pendapat kamu berbeda juga boleh kok.

 

Anyway, secara keseluruhan sih emang kamu harus banget nonton film Black Panther ini sih guys. Soalnya bakal ada dua credit scene yang bakal nyambung ke masa depan T'Challa dan Wakanda, serta jembatan kecil menuju Avengers Infinity War. Ah ya, jangan berharap banyak soal keterlibatan salah satu Infinity Stones deh, soalnya kamu harus nonton filmnya dulu baru tahu jawabannya, hehehe...

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
461 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000