DANIEL DEADSQUAD MENGENANG MASA JAYA MENONTON PENSI

Selasa, 13 Februari 2018, Artikel

 

Medio awal abad 21 atau awal tahun 2000an pentas seni / pensi adalah suatu acara yang sering sekali saya datangi . Hampir tiap akhir pekan kalau ga ke pensi saya datang ke gigs so called “underground”. Banyak band indie yang sekarang menjadi band besar tumbuh dari panggung pensi selain dari gigs komunitas independent. Contohnya seperti seringai , koil , superman is dead,the brandals, the upstairs , the sigit,homogenic,mocca , rocket rockers, burgerkill dan lain - lain  adalah beberapa band yang sangat intens bermain di pentas seni sekolah-sekolah Jakarta dan sekitarnya pada saat saya masih mengenakan seragam

Putih biru dan putih abu selain mereka semua juga tetap manggung di acara komunitas tempat mereka lahir seperti di parc, nirvana caffe dan bb’s .

 

Saya menjadi saksi awal-awal seringai ,the upstairs main di pensi-pensi sekolah terkemuka ibu kota sebelum mereka mengeluarkan album perdana mereka. Saya masih ingat saat siang terik menonton the upstairs bermain di salah satu pentas seni sekolah negeri yang di adakan di daerah senayan , kala itu band yg di motori oleh jimmy mengalami suatu masalah teknis sehingga jeda lagu mereka memakan durasi yang cukup lama, beruntung frontman mereka handal mengatasi jeda yang cukup lama itu seperti layaknya stand up comedy jimmy berhasil menutupi dengan jokes” ala dia yang membuat penonton tetap terhibur dengan bacotan doi di atas panggung. Setahun setelah itu matraman di rilis dan the upstairs menginvasi banyak pensi dan album matraman meledak di tengah transisi era rekaman fisik menuju era digital. Begitu juga dengan seringai mereka cukup sering bermain di pensi sebelum mini album pertama mereka yang berjudul “high octane rock” meledak di pasaran disusul dengan banyaknya kaos bajakan bergambar icon tengkorak seperti di sampul album EP tersebut, setelah album itu dirilis seringai semakin intens bermain di berbagai pensi bergengsi pada medio itu sampai majalah Hai menobatkan seringai sebagai raja pensi pada masa itu.

 

Saya sendiri sebelum bergabung dengan deadsquad sempat menyaksikan aksi personil deadsquad era horror vision di berbagai pensi, saya menonton boni dengan thrashline di PL fair, berheadbang hingga leher pegal saat menonton andyan bersama siksa kubur di kresikars, menonton stepie dan ricky siahaan berduet saat tepy masih bergabung dengan stepforward di pensi tarakanita dan saya paling sering menonton coki bersama netral di tahun - tahun awal coki bergabung dengan unit rock yang sudah eksis sejak pertengahan 90an. Jeda sekitar setengah dekade saya memilih nasib untuk menjadi bagian dari deadsquad sejak tahun 2008 sampai saat ini dan masa yang akan datang. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan, saya mengidolakan dan mengikuti perjalanan karir personil saya lainya sebelum akhirnya deadsquad terbentuk. 8 / 7 tahun sebelumnya saya adalah anak smp/smu yang berapresiasi menjadi penonton di show-show personil saya dengan band-band mereka sebelumnya baik di gigs maupun pensi. Dan akhirnya saya dapat menikmati bermain di beberapa pensi-pensi yang notabenenya “bergengsi” bersama deadsquad. Impian masa teenage years saya terwujud satu persatu dari awalnya sebagai penonton lalu bertransformasi menjadi objek yang ditonton dan menghibur mereka yang telah datang membeli tiket dan menonton band saya dan band-band pengisi acara lainya . Pengisi acara pensi-pun dari genre heterogen dari musik ekstra cadas sampai yang benar-benar lembut.

 

Beberapa momen yang tidak akan atau lebih tepatnya tidak bisa saya lupakan dari pensi adalah saya akhirnya bisa menonton reuni puppen ( konser terakhir puppen pasca mereka bubar) di PL fair. Saya mengidolakan puppen tapi tidak mempunyai kesempatan menonton konser mereka hingga mereka bubar dan akhirnya bermain untuk terakhir kalinya di PL fair , jika kalian mencari konser puppen di youtube tidak ada hahaha dan semua terekam dalam memori saya,seorang anak sekolah daerah suburban yang minim teman dengan selera musik yang sama.

 

Dan satu lagi momen yang tidak bisa saya lupakan adalah saat menonton comeback show pure saturday dengan vokalis pertama mereka suar nasution di parkir barat senayan kalo ga salah . Saat saya mengantri tiket PS sedang menyeting alat mereka di panggung dan saya langsung berlari kebibir panggung untuk menikmati lagu-lagu klasik mereka seperti labirin,coklat ,bangku taman dan lagu mereka yang tidak lekang dimakan zaman “kosong” .

 

Pada era itu panitia pensi saya anggap pintar karena dapat mengkurasi band - band apa yang sedang dinantikan kawula muda dari band itu dalam fase merangkam dan akhirnya menjadi the next big things beberapa tahun kemudian contohnya seperti the sigit Dulu waktu saya menonton mereka di PL fair saat era garage rock sedang naik saya mempunyai firasat bahwa band ini akan menjadi band besar . begitu juga dengan superman is dead, saya menonton SID tidak lama setelah EP bad bad bad dirilis spills recs.tidak lama setelah itu mereka bergabung dengan major label begitu juga dengan rocket rockers yang bergabung di label yang sama.

 

Jujur saya kangen masa-masa itu dalam satu event saya bisa menyaksikan band death metal seperti siksakubur di sore hari dan malam harinya saya menonton DEWA setelah mereka era album bintang lima. Di satu sisi saya juga kangen melihat band-band seperti bandempo,the sastro, the milo sampai band shoegaze underated asal jakarta sugarstar yang terlalu maju pada masanya dan pada saat mereka hiatus pentolan mereka membentuk santa monica. Di pensi pada saat itu saya banyak menemui teman-teman dengan selera musik yang sama, karena saya mengalami kesulitan mencari teman dengan selera musik yang sama ditempat saya tumbuh dan itu di era internet superlambat dengan berbagai keterbatasan tapi saya dapat merasakan pengalaman yang maksimal sebagai penonton dan pengalaman itu menjadi dorongan untuk mewujudkan impian-impian saya di ranah musikal. Saya harap era seperti itu bisa juga dirasakan oleh generasi milenial yang mempunyai mimpi dan obsesi yang tidak jauh berbeda dari saya.

 

Photo oleh : Fikrinternal

 

 

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
847 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000