Daniel Deadsquad : Selalu Ada Distorsi dalam Pensi

Minggu, 04 Maret 2018, Artikel

Band-band cadas selalu mempunyai slot atau tempat dalam rangkaian acara pentas seni SMA maupun SMP dari era saya sebagai penonton sampai pada tahap di mana saya menjadi pengisi acara suatu pentas seni.

 

Malah di tahun-tahun saya masih berstatus sebagai pelajar (sekitar tahun 2000-2005) dan getol datang ke pentas seni setiap minggu, pensi-pensi seperti SMA Pangudi Luhur dengan nama PL Fair dominan di isi dengan band-band berdistorsi. Dari band cadas seperti The SIGIT, Superman is Dead, Pas Band, Stepforward, konser reunian terakhir band hardcore legendaris asal Bandung, Puppen hingga band ekstra cadas seperti Tengkorak menjadi pengisi acara salah satu event pensi yang paling berkesan di benak saya dari kacamta saya sebagai penonton.

 

Sampai saat ini walaupun pensi mungkin sudah tidak seintens dan se”megah” era awal 2000-an tapi selalu ada tempat atau slot untuk band cadas di antara rentetan pengisi acara. Umumnya pengisi acara pensi bergenre heterogen dari musik pop-jazz ringan, dari musik elektronik sampai ska atau reggae, dari DJ atau sekedar selecter (di sini saya membedakan yang benar-benar discjockey dan selecter karena banyak yang salah membedakan definisi DJ dan selecter, googling untuk info lebih dalam) sampai band cadas menjadi komposisi pengisi acara pentas seni pada umumnya, semacam template konsep acara pensi hari ini.

 

Di era milenial seperti sekarang ini band-band berdistorsi seperti Endank Soekamti, Superman is Dead, Thirteen, Killing Me Inside, Sweet As Revenge, Rocket Rockers contohnya masih sering manggung di pensi. Selain itu band-band yang lebih keras seperti Seringai, Burgerkill, Revenge the Fate dan Deadsquad juga menjadi opsi yang dipilih panitia suatu pegelaran pentas seni untuk menjadi bagian sebagai pengisi dan juga band-band baru dengan kualitas bagus sebagai regenerasi untuk masa yang akan datang.

 

Ada cerita dari seorang teman saya yang cukup sedih ketika menghadiri pensi bekas SMA-nya sebagai almamater. Pensi SMA-nya sekarang dengan masa dulu menjadi pelajar berbeda 240 derajat. Karena tidak ada satu band pun yang bermain di pensi tersebut, semua pengisi acara adalah “selecter” yang dilabeli DJ. Entah karena selera generasi

Milenial yang telah berubah atau karena ingin menghemat cost produksi event.

 

Karena menyewa peralatan band beserta sound system pastinya akan lebih mahal. Tapi untuk penikmat musik cadas atau distorsi jangan bersedih karena masih ada pensi - pensi yang tetap dominan menampilkan band-band dalam repertoar acara pensi tersebut dan selalu ada ruang untuk band cadas dalam pegelaran pentas seni.

 

(Artikel ini ditulis oleh Daniel Deadsquad)

 

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
707 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000