Data infopensi : dalam setahun setidaknya ada 50 pentas seni di selenggarakan di Jakarta

Kamis, 21 Februari 2019, Artikel

Pentas seni atau disingkat pensi adalah acara yang dibuat oleh anak - anak SMA.

Era 2000an adalah masa kejayaan pensi SMA dimana saat itu pensi adalah tempat hits berkumpulnya anak muda untuk saling kenal atau menikmati band idola mereka.

 

Era 2006 - 2008 bisa dibilang kejayaan pensi mulai surut, karena banyak terjadi kerusuhan saat pensi berlangsung sampai akhirnya di muat di beberapa media besar, mengalami kerugian yang sangat besar membuat beberapa pihak sekolah melarang siswa - siswinya untuk membuat pagelaran pensi.

 

2010 mulai bermunculan kembali pensi - pensi, yang dibuat oleh sekolah - sekolah di daerah sub urban ( kejayaan pensi era 2000an adalah pensi yang dibuat oleh sekolah - sekolah di daerah Jakarta selatan ) 

 

Pertanyaannya kemanakah pensi - pensi besar yang dulu berjaya? kita sebut saja PL fair, Kresikars, Anttic , Classix dan lainnya? 

 

Era 2011 - 2018 banyak pensi bermunculan dari daerah sub urban dan tercatat di data kami rata - rata berhasil mengumpulkan sekitar 5000 - 20000 penonton. 

 

Bercerita sedikit saat kami masih menjadi panitia pensi,  kami sering datang ke gig - gig yang ada di ibukota. Kami menikmati atau mencari band - band non mainstream yang menurut kami keren saat itu, dan saat kami membuat pensi sekolah, kami ingin band - band tersebut mengisi line up pensi kami. Singkatnya kami undang mereka karena kami tau musiknya dan survey kecil - kecilan kalau band yang kami undang itu terbukti sangat di gandrungi di skena gig saat itu.

 

Era 2017 - 2019 Kami mengumpulkan data melalui sesi tanya - jawab kepada beberapa panitia pensi, seperti landasan apa yang membuat mereka memilih line up pensinya sampai ke tujuan mereka tetap membuat pensi.

Banyak dari beberapa panitia pensi sudah tidak update dengan perkembangan band - band. Karena berkurangnya gig - gig kecil dan bermunculannya tempat hang out baru seperti coffee shop, live music ( top 40 ) , club yang makin banyak bermunculan di kota - kota besar.

Sebagian gig ini berstempelkan 18+ dimana anak - anak dibawah umur 18 tahun belum bisa masuk ke acara tersebut.

 

Era digital pun cukup berpengaruh, dimana anak - anak sekarang bisa memilih apa yang mereka ingin lihat atau bisa dengan mudah mengakses berita internasional. Di era kami bersekolah dulu  ( 2002 - 2008 ) kami hanya berlangganan majalah remaja , mendengarkan radio, atau menonton MTV untuk tau perkembangan skena musik.

 

Kasus senioritas juga mempengaruhi, karena terputusnya gap antara senior dan junior dimana saat ingin membuat pensi, para senior yang terlebih dulu membuat pensi dilarang guru untuk ikut andil dalam rapat pensi yang akan diadakan oleh juniornya, terdapat gap antara junior dan senior dimana era pensi dulu 1 sekolah kompak untuk membuat pensi sekolah mereka menjadi yang terbaik.

 

Akan tetapi, pensi belum mati. ya karena tercatat di data kami dalam setahun setidaknya ada 50 pensi besar yang diadakan di Jakarta dan sekitarnya, belum lagi pensi yang diadakan di kota - kota lain  di Indonesia.

 

Bermunculan kembali raja - raja pensi baru, dengan line up dan konsep yang tidak kalah seru dan dihadiri oleh ribuan pengunjung. Hanya saja tidak banyak media besar yang menyorot seputar pensi ini. Dimana era dulu tiap media cetak remaja atau radio dengan konten remaja menyorot kegiatan anak muda dan salah satunya pensi.

 

Semakin banyak sekolah - sekolah akhirnya membuat pensi perdana dan sukses.

 

Yap, pensi belum mati hanya saja banyak pensi dengan nama baru dan pensi yang berjaya di era 2000an tidak membuat acara dalam skala besar atau berubah nama.

 

Karena sesungguhnya roda itu berputar seperti layaknya sebuah trend.

 

What goes up, must come down

 

Tsaaah ~

 

Photo oleh dokumentasi tim infopensi ( moment on stage )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
1046 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000