Fans Star Wars Tua Harus Belajar Menghargai. Contoh Fans Marvel!

Minggu, 04 Maret 2018, Artikel

Bicara soal fans, saya termasuk salah satu fans dari franchise legendaris pop culture, yaitu Star Wars. Ya, saya memang fans Star Wars sedari kecil dan berawal menonton filmnya lewat CD rental saat kelas 2 SD. Saat itu saya langsung nonton A New Hope, Empire Strikes Back, dan Return of the Jedi.

 

Ketika memasuki 1999 dan 2000-an, prekuel filmnya muncul dan kala itu saya tahu kalau saya bener-bener jatuh hati sama franchise ini. Terlebih ketika ada gosip di internet pada 2004-2005 kalau Episode VII-IX bakal segera dibuat! Saya semakin excited, bahkan mulai iseng baca-baca komiknya, meskipun saat itu nggak ngerti dan malah lebih banyak ngerti lewat game-game-nya, seperti Star Wars: Knights of the Old Republic atau Star Wars: Jedi Academy dan Jedi Outcast.

 

Sampai akhirnya 2015 tiba dan sekuel dari trilogi original dimulai lewat The Force Awakens, hati saya luluh dan terharu saat mendengar opening filmnya di dalam bioskop. “Gila nggak nyangka banget nonton lagi di bioskop film Star Wars!”, itu yang ada di pikiran saya dan mungkin di pikiran fans lain yang bisa dibilang nonton duluan di tahun 1980-an.

 
Kemudian ketika The Last Jedi keluar Desember kemarin, ada satu momen di mana kenyamanan saya sebagai fans terganggu. Ya, apalagi kalau bukan adanya ribut-ribut antara fans tua dan fans yang lebih muda. Ah ya, kalau diperjelas fans tua itu tentu aja yang sangat mendewakan Empire Strikes Back yang jadi film terbaiknya Star Wars dan nggak mau menerima sebuah ide atau gagasan baru untuk dunia Star Wars lewat film kedelapan tersebut.
 

Jujur aja sih, kesel banget kenapa fans lama tuh susah move on dari trilogi original, terus mengkritik habis bahkan menghina Lucasfilm dan Disney. Padahal yang namanya film baru, udah jelas cerita baru dan akan ada banyak unsur baru. Kalau emang nggak suka ya nggak usah ditonton, simple right? Ngapain juga sampai niat debat dan ribut sama fans yang lebih muda. Sungguh aneh fans lama atau fans gagal move on ini.

 

Terlebih jelang rilisnya Solo : A Star Wars Story, debat dan suara-suara sumbang tidak setuju dengan aktor pemeran Han Solo makin nyaring. Belum juga apa-apa udah hate duluan atau terlalu banyak mengkritik. Belum lagi soal penampakan Millenium Falcon yang baru, dipermasalahin juga. Itu kan emang ceritanya tentang gimana Han ketemu Chewbacca dan Lando, plus pertama kali dapetin Millenium Falcon, ya wajar aja kalau bentuknya masih kayak gitu. Ckckck… Fans lama kadang emang kolot ya…

 

BERKACA DARI FANS MARVEL!

Seharusnya sih fans Star Wars itu belajar dari fans Marvel. Secara pribadi saya emang lebih suka Marvel Cinematic Universe, karena dulu baca Marvel Comics agak bingung, karena lompat-lompat bacanya dan lebih banyak baca X-Men, Spider-Man, dan Iron-Man doang. Tapi menariknya, fans Marvel itu justru bisa menyatukan fans lama dan fans baru atau sebut aja fans karbitan. Soalnya pasti fans lama bakal ngajakin fans karbitan yang baru suka Marvel lewat MCU ini untuk baca atau kasih referensi komik yang dipakai di layar lebar.

 

“Kita di Komunitas Marvel Indonesia itu terbuka banget sama fans Marvel yang suka filmnya doang kok. Karena aktivitas kita itu bukan cuma ngebahas komik, karena emang awalnya berangkat dari sama-sama suka komik atau suka kartunnya dulu. Yang fans baru yang suka film Avengers doang juga ada kok, dan kita ajakin mereka buat baca komiknya supaya tahu lebih dalam. Kadang mereka nanya duluan juga,” tutur Kiki, salah satu pentolan Komunitas Marvel Indonesia saat ditemui beberapa waktu lalu di Indonesia Comic Con 2017.

 

Fans Marvel juga bisa dibilang lagi banyak-banyaknya nih. Soalnya orang-orang awam atau penonton kasual yang suka film Avengers dan kawan-kawan itu banyak banget. Ribut? Wah nggak tuh. Bahkan di kalangan fans berat yang berangkat dari komik aja nggak ada yang ribut. Pun demikian dengan fans baru, meskipun dibilang fans karbitan, mereka ternyata mulai ngikutin baca komiknya.

 

Itu yang kira-kira terjadi sama influencer kondang Chandra Liow. Bisa dibilang Chandra ini baru suka Marvel setelah nonton Iron-Man pertama pada 2008 lalu dan kemudian mulai koleksi segala pernak-pernik yang ada di Marvel Cinematic Universe. Dibilang karbitan? Wah salah banget. Justru sekarang dia mulai baca-baca komiknya dan menganggap kalau fans MCU dan fans lama sekarang justru berjalan berkesinambungan.

 

“Justru dengan hadirnya Marvel Cinematic Universe, orang-orang seperti Tommy Lim yang ngikutin Marvel dari komik, jadi suka sharing ke mereka yang baru suka Marvel lewat film bioskopnya. Menurut saya emang seharusnya seperti itu. Jadi yang namanya fans karbitan atau apalah baru suka Marvel lewat Avengers filmnya, sebenernya justru semakin menambah variasi fans untuk Marvel sendiri,” ungkapnya saat mau premiere screening film Black Panther di Kota Kasablanka, pertengahan Februari kemarin.

 

“Yang dibilang Chandra emang bener. Justru dengan adanya fans-fans baru ini ketemu fans lama atau yang emang suka Marvel dari komiknya, menambah variasi fans Marvel itu sendiri. Bahkan mereka yang baru-baru bisa jadi tertarik untuk baca komiknya. Jadi saling berkesinambungan juga,” tambah Tommy Lim ditemui di tempat yang sama dengan Chandra.

 

 

Well… Emang sih kita nggak bisa maksa fans lama harus suka sama film baru atau cerita baru. Setiap orang punya pendapat beda-beda, tapi bukan berarti harus saling serang atau justru menghina bukan? Nampaknya memang fans Star Wars yang lama ini perlu juga buat move on. Saya yakin sih pasti tetep aja bakal terus mendewakan trio Luke Skywalker, Leia Organa, dan Han Solo-nya lewat Empire Strikes Back, tapi tentu film-film barunya juga nggak kalah seru dan bagus kok. Bahkan menurut saya The Last Jedi yang banyak twist-nya itu lebih baik Empire Strikes Back.

 

Mau marah atau debat sama saya? Nggak bakal saya ladenin gan, soalnya saya menghargai karya Lucasfilm dan Disney untuk terus membuat legacy bagi franchise ini. You have to move on guys! Belajar deh sama fans Marvel untuk saling menghargai fans baru atau karbitan yang baru suka Marvel lewat film layar lebarnya. Bukan malah ngehina atau ngajakin debat. Terima aja sih perkembangan cerita atau unsur baru yang ada di setiap franchise Star Wars, karena baik Lucasfilm maupun Disney ingin franchise ini terus dikenal sepanjang masa. Niat baik bukan?

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
145 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000