Hati dan Paru - Paru Perkenalan Pertama dengan Lomba Sihir

Jum'at, 26 Februari 2021, Info Band

Bisa jadi 26 Februari 2021 akan merupakan tanggal bersejarah bagi dunia musik Indonesia di tahun-tahun mendatang, karena di hari itu beredarlah single perdana dari sebuah band baru yang patut diperhitungkan, yaitu Lomba Sihir. Dirilis oleh Sun Eater di platform-platform musik digital, “Hati dan Paru-Paru” menjadi perkenalan pertama dengan band asal Jakarta ini yang terdiri musisi-musisi yang namanya bersinar dalam beberapa tahun terakhir, yakni Baskara Putra alias Hindia (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (gitar, vokal), Wisnu Ikhsantama (bas, vokal), Tristan Juliano (kibor, vokal) dan Enrico Octaviano (drum).

 

Selain tersedia di platform-platform musik digital, “Hati dan Paru-Paru” juga akan hadir dalam bentuk videoklip yang disutradarai sekaligus dibintangi oleh penyiar radio dan pemandu siniar ternama, Iyas Lawrence.

 

Videoklip “Hati dan Paru-Paru” akan mulai tayang pada tanggal 26 Februari pukul 16:00 WIB di kanal YouTube Lomba Sihir. Dengan balutan musik pop ’80-an yang enteng dan mudah dicerna, “Hati dan Paru-Paru” mungkin akan mengagetkan bagi pendengar yang sudah akrab dengan musik bising yang biasa dibawakan oleh Baskara bersama .Feast, Rayhan dan Tama bersama Glaskaca, maupun Rayhan dan Enrico di Martials. “Anehnya dapat nada tema lagu ini bareng Rayhan berdua, padahal biasanya kami berisik di Martials. Kocak juga jadi pop begitu,” kata Enrico yang juga merupakan session player andalan untuk Rendy Pandugo, Petra Sihombing dan masih banyak lagi.

 

Sementara itu, lirik “Hati dan Paru-Paru” berupa pesan kepada pendatang baru di Jakarta yang terpana oleh kilaunya Ibu Kota, disertai imbauan untuk menjaga diri agar tidak silau oleh segala kegemerlapan itu. “’Hati dan Paru-Paru’ itu andaikan kita bisa omong ke teman yang baru pindah ke Jakarta dan enggak tahu menahu tentang kotanya. Akan kita bawa ke mana dan bilang apa?” kata Baskara yang juga menulis lirik tersebut. Tristan, sang pemain kibor yang juga merupakan separuh dari duo Mantra Vutura, menekankan adanya permainan kata di lirik tersebut. “‘Hati dan Paru-Paru’ secara langsung dan tidak langsung seperti menasehati jaga diri dari alkohol dan rokok, atau bisa juga hati sebagai makna emosional,” katanya. Sedangkan Udu, yang kerap tampil di panggung bersama Matter Halo dan Mantra Vutura dan memulai karier solo pada tahun lalu, menambahkan, “Gue yakin ‘Hati dan Paru-Paru’ ini interpretasinya buat masing-masing orang juga pasti berbeda-beda, dan yang kami harapkan adalah orang-orang bisa membayangkan pengalaman personal mereka saat mendengar lagu ini.”

 

Cerita Lomba Sihir sendiri bermula di pertengahan tahun 2019 atas inisiatif Baskara yang mengajak Tama, Enrico, Tristan, Udu dan Rayhan untuk menjadi band pengiring Hindia di panggung setelah sebagian besar di antara mereka juga terlibat di proses rekaman album Menari dengan Bayangan. Seiring berjalannya waktu, Lomba Sihir berkembang menjadi band yang sesungguhnya dengan kontribusi merata dari semua anggota dalam proses pembuatan musiknya. Menurut Tama, yang juga adalah produser yang menangani albumnya .Feast dan Reality Club, “Latar belakang orangnya beda-beda, jadi sentuhan personalnya masing-masing yang bikin musiknya jadi kayak begini.

 

Semuanya juga keluar dari kebiasaannya.” “Menurut gue album Lomba Sihir yang akan datang digambarkan dengan sempurna via single ini. Semua karakter masing-masing orang ada porsinya di sini,” kata Rayhan, yang pada tahun lalu juga merilis album mini bersama Agatha Pricilla. “Semacam gerbang yang tepat untuk masuk ke album kami nanti.” Sambil menunggu album perdana Lomba Sihir yang akan beredar dalam waktu dekat, silakan nikmati dulu “Hati dan Paru-Paru” sebagai hidangan awal dari band yang akan segera terdengar di mana-mana ini.

 

 

 

*** Tentang Lomba Sihir:

Perkenalkan, kami adalah Lomba Sihir. Sebuah grup all-star dari Sun Eater yang terdiri dari Natasha Udu, Baskara Putra, Rayhan Noor, Wisnu Ikhsantama, Tristan Juliano, dan Enrico Octaviono. Sebelumnya kami dikenal sebagai pemain pendukung Hindia. Tetapi sekarang kami membentuk grup ini dan menyatukan kesenangan kami dalam bermusik. Dengan latar belakang, kepribadian dan ketertarikan bermusik yang beraneka ragam, kami mengedepankan suara & keunggulan setiap personilnya. Penat dari proyek masing-masing, sebagai musisi maupun produser musik, Lomba Sihir merupakan katarsis bagi semua anggotanya.

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
297 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000