HSC 2018 Ullembangan Tondokta

Minggu, 09 September 2018, Review

Halo kembali lagi bersama saya, Ilham Harahap. Kali ini review datang dari pensi SMAN 34 Jakarta, yang baru semalam saya datangi. Sekolah yang sudah sangat akrab bekerjasama bersama kami. Yah sudah terhitung 6 tahun sudah silih berganti panitia kami rasakan di pensi yang bertajuk Highschool Celebration ini, atau yang disngkat HSC, hajatan terbesar SMAN 34 Jakarta dalam rangka memperingati hari jadi SMA yang menjadi favorit dari dulu zaman saya sekolah sampai saat ini.

 

HSC selalu memilih jargon-jargon dari berbagai daerah dibumi pertiwi, dari Kalimantan sampai NTT, pernah menjadi tema HSC sebelumnya (baca artikel tahun sebelumnya) dan kali ini kita terbang ke daerah Sulawesi Selatan tepatnya ke sebuah Kabupaten bernama Tana Toraja, yang ditempati oleh Suku Toraja yang terletak di utara Sulawesi Selatan. Daerah yang sangat penuh dengan berbagai budaya, dari arsitektur sampai dengan tenun.

 

Ada sebuah lagu yang terkenal di Tana Toraja yang berjudul "Indeko Sangbara" yang dalam salah satu baitnya menjadi jargon HSC 2018 kali ini, "Ullembangan Tondokta" yang kalau diartikan itu artinya Membangun Negeri Kita, tepat sekali, HSC 2018 ingin mengajak temen-temen segenerasi untuk ikut mengisi pembangunan negri kita ini yang tengah dicoba oleh berbagai macam perpecahan, masa muda adalah masa kita membangun, dari yang paling sederhana, berbuat baik dengan sesama. Rasanya dizaman serba digital ini, seakan akan kita lupa sejatinya kita makhluk sosial. Membangun Negeri bisa diwujudkan dengan hal kecil seperti membuat pentas seni, karena marwah daripada seni itu dipertunjukan, dan didalam seni terdapat rasa, dan rasa bisa menjadikan kita generasi seutuhnya.

 

Sebuah Tongkonan berdiri diatas Lapangan SMAN 34 Jakarta, yah Tongkonan disini merupakan Panggung Utama yang disulap menjadi sedemikian rupa menjadi rumah adat  Tana Toraja, tempat bagi para pengisi acara seperti Raisa, RAN, Teddy Adhitya, Danilla sampai Balawan bermain, mementaskan karya-karya mutakhir mereka. Kurang lebih 4500 pasang mata menyaksikan Tongkonan itu bercahaya dan mengeluarkan nada serta birama. Siapa bilang pensi harus bertema antariksa, atau pop art, seni budaya nusantara kita takan habis jika ingin kalian gali lebih dalam, seperti harta karun yang tidak ternilai harganya.

 

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh panitia HSC 2018 yang sudah mempercayakan kami untuk bisa bekerjasama tahun ini, kepada dewan guru yang sudah membimbing, terima kasih. Untuk Emir, Quin, Geby, Aqilah, Sacio dan seluruh panitia yang bertugas yang sering jumpa didalam sesi demi sesi rapat, terima kasih yah. Semoga apa yang sudah semalam terselenggara bisa bermanfaat. Amin.

 

 

Salam

 

Ilham Harahap

 

 

 

Berikut bukti bahwa semalam kita bergembira di HSC 2018, foto hasil bidikan Rendra dan Fikri.

 

 

 

Tongkonan itu benar-benar bercahaya dan menggema.

 

Say Haaaa...para panitia yang letih namun bangga karena HSC 2018

 

Kemfau dan Ajay, dengan telaten memandu HSC tahun ini

 

Paduan Suara dari SMAN 34 Jakarta tampil di Sore hari.

 

Teddy Adhitya dengan energik tampil di HSC

 

Ga ngerti lagi dengan petikan om Balawan, menggila disetiap nada.

 

Danilla, indah.....

 

Sang Alumni, akhirnya bisa kembali lagi ke sekolah.

 

Raisa, tak sekedar indah, kau takkan terganti.

 

Lautan Cahaya di Lapangan SMAN 34 jakarta

 

RAN for your life!!

 

Salah satu penonton yang diajak ke atas panggung, beruntung!

 

Berfoto sejenak diatas Tongkonan, setelah sukses HSC 2018

 

Terima Kasih, HSC 2018!

 

 

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
671 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000