Hursa, Band Pendatang Baru yang Lagu Perdananya, Ruai, Wajib Masuk Playlist Kamu

Jum'at, 01 Februari 2019, Info Band

Indonesia memang nggak kehabisan talenta-talenta baru di dunia musik. Terinspirasi dari sebuah buku puisi, “Hursa” akhirnya dijadikan sebagai nama untuk menyatukan empat musisi yang memang menggunakan nama Hursa. “Hursa” sendiri artinya ucapan ‘penyemangat’ penunggang kuda untuk memacu kudanya agar berlari lebih cepat. Berangkat dari filosofi itu, kuartet asal Jakarta ini bermimpi untuk dapat terus berlari ke arah yang lebih baik, yang dicita-citakan, di luasnya belantika industri musik Indonesia.

 

Band ini dibentuk oleh Pandji dan Irvan, di mana mereka berkeinginan untuk membuat kreasi musik yang berbeda dari kebanyakan beredar saat ini. Sebuah musik yang nggak umum, tapi tetap bersahabat dengan telinga pendengar orang Indonesia. Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka bertemu Gala dan Goldy, sehingga keduanya bergabung. 

 

Hursa pun akhirnya memiliki formasi Gala pada vokal dan keyboard, Pandji pada gitar, Goldy pada drum, dan Irvan pada synth merangkap synth bass. Konsep formasi ini jarang digunakan oleh band-band Indonesia saat ini. Tanpa ‘pemain bass’ dan vokalis yang memainkan chord manis di keyboard.

 

Nggak cuma mengenai formasi yang berbeda, Hursa juga menyajikan lagu-lagu dengan ‘time- signature’ yang unik. Ketukan-ketukan ganjil yang terdengar sebagai kesempurnaan yang genap. Di awal kemunculannya, Hursa memilih satu lagu berjudul Ruai yang menjadi single perdana. Single ini akan dirilis pada Jum'at (1/2) dan disusul dengan rilisnya video musik yang rencananya bisa ditonton mulai 9 Februari.

"Ruai merupakan lagu yang kami pilih untuk menjadi single perkenalan, karena komposisi musik dan lirik di lagu ini menggambarkan benang merah dari lagu-lagu lainnya yang akan ada di dalam album," jelas Gala.

 

Secara arti, kata "Ruai" bermakna kurang kukuh atau kurang kuat. Menceritakan keresahan seseorang ketika berada di satu titik untuk memilih dan membuat keputusan, apakah harus tetap mengejar mimpinya atau berhenti.

 

"Jadi kalau diartikan secara keseluruhan, kata ruai itu kita fungsikan sebagai pengganti dari kata bimbang, ragu dan goyah," ucap Pandji sebagai si pembuat lirik di lagu ini.

 

Pemilihan kosakata untuk lirik di lagu ini juga bisa dibilang nggak terlalu umum dan hal ini menjadi salah satu ciri khas yang akan Hursa berikan. Untuk komposisi musiknya, Hursa mencoba menawarkan rasa yang berbeda, seperti ritme yang berubah-ubah, nada dasar yang berganti dari bagan verse ke bagan chorus-nya dan contoh lainnya seperti balutan vokal yang diberi efek. Untuk mood lagunya, memang dibuat agresif dengan tujuan untuk mensupport bagian chorus yang liriknya seperti menyemangati.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
527 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000