Isyana, RAN dan Project Pop Memperkenalkan Musik Indonesia dengan Memeriahkan Melbourne, Australia di Soundsekerta 2017

Senin, 18 September 2017, Review

 By: Devina Suhamdy

 

 

 

Pada malam Sabtu (16/9/2017), Melbourne Town Hall diramaikan dengan lantunan lagu dari Isyana, RAN dan Project Pop, yang tidak lainnya telah diselenggarakan oleh perwakilan mahasiswa tanah air kita di Australia, dari Monash University. Acara tersebut telah mengundang lebih dari 1,200 penonton yang berlangsung pada pukul 18.00 AEST hingga 23.00 lebih, diawali dengan lagu Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka. Benazir Komarudin, Ketua dari PPIA Monash menyatakan bahwa “Soundsekerta adalah salah satu contoh nyata visi PPIA Monash untuk menjadi wadah mahasiswa Indonesia di Monash University untuk berkontribusi kepada Negara dan komunitas sesuai bakat dan minat masing-masing. Lebih dari 84 orang pelajar Indonesia turut menjadi panitia Soundsekerta 2017. Tahun ini kami berhasil menghadirkan 3 guest stars yaitu Isyana, RAN, dan Project Pop yang dapat mewakilkan berbagai generasi dan market musik. Theme kami juga banyak tersampaikan oleh lagu-lagu yang dibawakan Project Pop seperti ‘Indovers’, ‘Beda Sama Kamu’ dan lain sebagainya.” Acara dibuka oleh penyanyi cantik Isyana Sarasvati yang membawakan lagu ‘Tanah Air’, disusuli kolaborasi dengan Rayi Putra melalui lagu khasnya ‘Kau Adalah’ dan lagu hits lainnya seperti ‘Sekali Lagi’ yang membuat banyak penonton meneteskan air mata. Pada Press Conference Soundsekerta 2017, Isyana menyampaikan kepada salah satu media bahwa acara seperti Soundsekerta sangat bermanfaat karena “Sebagai musisi tanah air bisa showcase karya kita untuk para mahasiswa yang sekolah di luar” dan acara Soundsekerta sebagai “keren banget”. Suasana dipanaskan kembali dengan MC yang mempersembahkan RAN dengan penampilan lagu-lagu hits mereka yang membuat penonton ‘Jadi Gila’ terutama ketika seorang penonton perempuan yang beruntung diundang ke atas panggung dan dinyanyikan lagu ‘Andai Dia Tahu’. RAN mengakhiri dengan melantunkan ‘Dekat di Hati’ dimana ribuan penonton menerangkan Hall dengan melambaikan flashlight handphone mereka, serta mash up version ‘Pandangan Pertama’ yang membuat para penonton histeris. “Soundsekerta tahun ini telah berhasil menyampaikan pesan ‘Harmony in Diversity’ dan juga telah mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia di Australia akan musik-musik tanah air. Animo masyarakat yang tinggi membuat acara Soundsekerta menjadi sangat meriah,” ujar Christian Pareira, Project Manager Soundsekerta 2017. Tampilan terakhir dipersembahkan oleh Project Pop dimana para komite Soundsekerta di posisi masing-masing, menarikan gerakan flashmob yang mereka ciptakan, pada lantunan ‘Tu Wa Ga Pat’. Terlihat juga penonton lokal Australia yang diundang ke panggung oleh MC dan dengan hafal menyanyian lagu ‘Bukan Superstar’. Penonton bersorak sorai dan melompat-lompat, meneriakkan suara hati mereka dengan lagu ‘Goyang Duyu’ dimana personil-personil Project Pop mengubah sebagian liriknya menjadi “Melbourne memang asik”. Acara diakhiri dengan para penonton memintakan encore dengan sambutan Project Pop melalui lagu indah mereka ‘Ingatlah Hari Nanti’ yang menyentuh hati dan jiwa setiap penonton yang semakin riuh. “Soundsekerta yang telah diselenggarakan untuk tahun ke-11 ini telah berhasil membawa senyuman kepada semua penonton yang keluar dari gedung, yang tentunya telah menjadi sumber kebahagiaan para panitia PPIA Monash. Tentunya kami berharap akan dapat menyelenggarakan Soundsekerta di tahun berikutnya dan mendatangkan musisi berbakat dari tanah air lainnya. Ditunggu Soundsekerta 2018!” ujar Devina Suhamdy, perwakilan dari komite Soundsekerta 2017.

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
415 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

T-Shirt Murder Miles Throat
T-Shirt Murder Miles Throat
IDR 160.000
IDR 135.000