Labs Project 2015 pensi yang berkualitas

Minggu, 27 September 2015, Review

Hari itu jalanan Jakarta sangat bersahabat, mungkin karena tanggal 16 Mei 2015 bertepatan dengan tanggal yang bagus untuk warga ibu kota berliburan keluar kota. Hanya sekitar 30 menit aku sampai ke Istora Senayan dari rumahku di kawasan Tangselvania.

Labschool Project 2015 adalah sebuah niatanku untuk hadir di gedung pertunjukan yang terbilang sangat elit ini, karena acara-acara yang hadir disini pasti berkualitas, tak perlu aku beri tahulah acara apa saja yah. Sore yang cukup sejuk dan semilir angin menyambutku disana, diawali dari jajaran tenda-tenda makanan, keramaian muda-mudi yang berpose di wall of fame dan panggung akustik diluar menjadi  perkenalan pertama di Labschool Project kali ini. Jam di hpku menunjukan pukul setengah lima, waktu yang cocok untuk masuk kedalam main stage untuk menikmati penampilan SORE dari  sisi belakang panggung sambil menikmati secangkir plastik kopi hitam, aduhai.

SORE ditugasi menjadi pembuka guest star hari itu membawakan kurang lebih 7 lagu dari album Sorealist diantaranya Merintih perih, Pergi tanpa pesan, dan Sssttt... cukup menjadi renungan dalam hati betapa band indie nan legendaris ini masih diterima dikalangan pelajar, mungkin menurutku SORE adalah salah satu alternatif bagaimana kita dapat bergalau ria dengan cara cerdas.

Selepas maghrib untuk isoma tersuguh upacara penyerahan bendera yang sebersit aku dengar diserahkan antara ketua acara dengan pembinanya, jarang sekali ada pensi yang seceremonial ini dan diakhir oleh konsep kabuki yang sangat menawan. Dari belakang kabuki, nampaklah penampilan pemuda-pemuda yang jauh-jauh dari Bandung, mereka menamakan diri mereka Revenge The Fate. Sebuah band cadas yang baru menjadi headliner di pensi jakarta, dengan sound yang padat rasanya mereka menyapaku kalau mereka tidak main-main diatas panggung, liar.

Moshpit mulai terasa panas ketika ketukan demi ketukan drum yang rapat dihentakan, teriakan dan acungan tangan seakan-akan memanggil mereka, hallo Revenge The Fate selamat datang di pensi ibu kota. Malam semakin malam, waktu berlari mencari tuannya. Dan tuan itu bernama Tulus, diawali penampilan dari teman-teman Labschool Jakarta seperti perkusi, tari bali, tari papua, tari saman dan paduan suara menjadi pembuka untuk Tulus membuat seisi Istora Senayan menjadi bercampur aduk perasaannya, seperti ada yang gundah ditinggal gebetannya, kekasihnya yang sedikit berubah, atau yang paling pahit ditolak cintanya, tapi tidak mengapa karena itu kita masih bisa dibilang manusia, memiliki perasaan. Teman hidup, sewindu, jangan cintai aku apa adanya, dan Sepatu menjadi ayat-ayat yang bohong kalau kalian tidak ikut kumandangkan ketika Tulus dengan gagah mengumandangkannya. Tulus, lirikmu kejam.

Istora semakin ramai dan padat, dengan kualitas tata lampu dan panggung seperti Labs Project 2015 sepertinya tidak rugi mengeluarkan Rp 55.000 sebagai tebusan. Terdengar pembawa acara sedang memberikan tanda bahwa Sheila On 7 sesaat lagi akan tampil, walaupun aku sering menyaksikan mereka tapi lagu-lagu mereka seperti obat bius yang merasuk kedalam sel-sel kelenjar otak dan perasaan. Aku tidak bisa membayangkan kalau mendengarkan lagu Sheila On 7 haram hukumnya, apa jadinya.

Dibuka oleh Selamat Datang menjadi sapaan mereka kepada Sheila Gank yang hampir mengisi barisan terdepan panggung, ditemani Lapang Dada menjadi lagu dari album musim yang baik yang mereka lantunkan malam itu. Mudah Saja, Seberapa Pantas dan Melompat Lebih Tinggi membawa seisi istora untuk sejenak melupakan ribuan masalah yang hadir di tiap-tiap kepala yang hadir, ada yang masalah gagal percintaan sampai gagal masuk PTN, sejenis tapi berbeda solusi.

Untuk yang hadir sejatinya Sheila On 7 adalah 60 menit yang berkualitas dalam 24 Jam kehidupan kalian saat itu. Labs Project 2015 karya teman-teman Arkaveda Ganavaya ini resmi ditutup oleh penampilan Mahesa Utara bersama Liquid Silva, dengan musik pendingin menjadi penawar akhir acara Labs Project kali ini. Sekali lagi Selamat dan Sukses untuk Labs Project 2015 dan teman-teman AG, senang sekali infopensi bisa menjadi bagian acara kalian. Ciao!

Adminymous

Adminymous

Disitu ada pensi, disitu pasti ada kita.
2158 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

T-Shirt Murder Miles Throat
T-Shirt Murder Miles Throat
IDR 160.000
IDR 135.000