MATA BERBATAS, Langkah Bijak BUDIRAYA

Rabu, 16 September 2020, Info Band

MATA BERBATAS

Langkah Bijak BUDIRAYA

 

 

Aku sisihkan bayangmu sejenak

Coba lupakan buai mesramu sayang

Inspirasku tanpa henti, ku cinta kau sampai mati

Engkaulah yang selalu di hati

 

Apa yang terlintas dipikiran Anda saat membaca sepenggal bait di atas? Pastinya bicara tentang sebuah hubungan romansa. Putus cinta? Kisah cinta bertepuk sebelah tangan?

“Lirik tersebut sebenarnya semacam visualisasi atas sebuah hubungan (romance) pasangan yang sedang konflik, lalu memutuskan untuk jeda sejenak, mengevaluasi apa yang sedang terjadi… tapi tanpa harus putus,” jelas Tyo, penulis lirik dari lagu bertajuk Mata Berbatas tersebut. Lagu ini sendiri merupakan single pertama untuk album perdana band berpersonel empat orang ini.

Sesederhana apapun tema yang digambarkan sebuah lirik, bila disampaikan dengan gaya puitis seperti lagu Mata Berbatas ini, maka akan terasa menarik. Maka posisi lirik pun menjadi penting bagi BUDIRAYA. Sejajar dengan musikalitas (teknik bermusik, pilihan nada, hingga aransemen) yang disaji. Ya pastinya band yang terbentuk sekitar tahun 2015 di Jakarta ini bukan sebuah ensemble folk song yang lebih memuja lirik ketimbang sisi musikalnya. Mereka memberi porsi seimbang dalam mengemas musiknya secara serius, layaknya meruntun kata menjadi barisan lirik puitis namun tetap mudah dicerna.

Tentu lirik-lirik itulah yang membuat si lagu mempunyai pesan. Begitu pentingnya hingga mampu membuat lagu ini terdengar lebih bergizi. Apalagi dihiasi diksi-diksi yang tak biasa. Tentu jadi lebih menarik. Maka kombinasi lirik puitis dengan aransemen tempo moderat yang dinamis, menjadi sebuah sajian yang langsung catchy sejak intro lagu diperdengarkan. Ada unsur-unsur serta lick harmoni musik pop yang jujur langsung mengingatkan kita pada kejayaan band-band indie legendaris macam Sore, The Adams, dan lainnya di era ‘90an akhir.

Memang banyak yang berpendapat bahwa sebuah lagu akan bagus jika kualitas sound dan aransemennya juga bagus. Lirik hanya aksesoris yang mempercantik. Tapi terus terang bila asumsi itu yang dipegang, maka lagu tersebut hanya sekadar bagus secara musikal, namun tak ada substansinya.

Awal menuju album

Keputusan BUDIRAYA memberi porsi yang seimbang secara kualitas dan saling mendukung antara musikalitas dan lirik pun jadi terasa bijak. Itulah yang tersaji dari lagu Mata Berbatas ini. Komposisi ini sendiri sebenarnya bagian dari album yang rencana akan dirilis Tyo (gitar, vokal), Osha (drum), Hadi (bass) dan Adin (gitar) pertengahan tahun depan.

“Kami akan merilis tiap lagu dalam album tersebut satu per satu sebagai single, yang diakhiri dengan dirilisnya album di tahun 2021 mendatang. Karena kami ingin audiens mengenal Budiraya dulu lewat single-single yang akan dirilis per bulan tersebut. Dimulai dari Mata Berbatas ini, hingga saat menyimak albumnya secara penuh nanti, telah kenal dan mahfum akan warna musik BUDIRAYA,” jelas Tyo mewakili teman-temannya. Album tersebut berisi 8 track yang nantinya 4 lagu di antaranya akan dirilis berurutan sebagai single-single per bulan.

Sebuah strategi yang menarik dan sebijak positioning mereka sebagai band organik (sebutan untuk band yang menggunakan instrumen musik konvensional ketimbang sequencer, mesin drum, dan lainnya seperti banyak beredar sekarang ini) dalam menyajikan lirik serta warna musiknya. Kematangan konsep bermusik, lirik, hingga strategi pemasaran karya mereka terasa fresh dan menarik untuk disimak. Termasuk rekomendasi untuk menyimak lebih dalam single pertama Mata Berbatas ini.

 

BUDIRAYA

 

Whatsapp 0838 9828 1831 (Cakhend )

Email budirayaid@gmail.com

Instagram @budirayamusiK

Youtube BUDIRAYA MUSIK

 

 

 

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
43 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000