Mau Jalan-jalan ke Tokyo? Lakukan Hal-hal Ini Biar Nggak Bingung!

Kamis, 13 September 2018, Life Style

Agustus kemarin, pertama kalinya salah satu tim JoyPixel which is me, Bagus, traveling ke Tokyo, Jepang sendirian. Literally alone… Selama 9 hari, saya melihat keseharian orang-orang sekitar dan mencoba ngobrol sedikit dengan kemampuan bahasa Jepang yang pas-pasan.

 

Meski dengan kemampuan berbahasa yang pas-pasan, rasanya sangat senang karena setelah belajar sekian tahun akhirnya digunakan juga. Seperti saat memesan sesuatu di restoran, itu pun menjadi kesenangan tersendiri. Atau saat membeli sesuatu di mini market yang saya lalui saat lagi haus maupun pengen ngemil.
 

Tentu pengalaman ini nggak mau saya simpan sendiri. Saya akan memberikan rekomendasi hal-hal yang yang harus kamu lakukan kalau suatu saat ada kesempatan untuk pergi ke Tokyo, Jepang. Perlu diingat bahwa ini berdasarkan semua hal yang saya lakukan saat traveling ke Tokyo selama 9 hari itu. Mungkin rekomendasinya nggak sesuai selera kamu, tapi nggak apa-apa kok…

 

Comic Market, atau yang disingkat Comiket, diadakan 2 kali setahun di Tokyo Big Sight saat musim panas dan musim dingin. Biasanya Comiket sendiri berlangsung selama tiga hari dan setiap harinya berbeda barang-barang yang ditawarkan.

 

Hari pertama berfokus pada Touhou dan CD musik dari berbagai macam composer. Sedangkan hari kedua berfokus pada barang-barang untuk cewek, dan hari ketiga untuk cowok. Semua barang yang dijual merupakan self-produced dan nggak dijual di Comiket aja. Biasanya setelah Comiket selesai, barang-barang yang dijual akan ada di toko beberapa hari setelahnya, tapi dengan harga yang lebih tinggi sedikit.

 

Buat saya, ini merupakan salah satu alasan kenapa saya ingin sekali pergi ke Tokyo. Pengalaman Comiket pertama sangat membekas dan sangat menyenangkan. Saya pergi di hari pertama dan hari terakhir. Saat hari pertama, saya menuju lokasi menggunakan kereta dan dalam kereta pun penuh dengan orang-orang dengan tujuan yang sama. Saya turun di stasiun tujuan dan memang dekat dengan lokasi Comiket.

 

Saya ini tipenya tipe orang yang suka main game dan main-main ke Arcade itu juga harus. Arcade-Arcade di Jepang penuh sekali dengan game-game yang unik dan control yang berbeda untuk setiap gamenya. Contohnya mungkin kamu bisa ikut taruhan di game balap kuda virtual. Atau mungkin kamu bisa main-main UFO catcher di sana.

 

Kalau di Indonesia, pencapitnya hanya digunakan untuk mengabil boneka yang diinginkan saja. Tapi kalau dibandingkan dengan yang ada di Jepang, pencapitnya digunakan untuk mendorong hadiahnya atau memindahkan besi yang menahan hadiahnya untuk jatuh. Satu koin aja nggak cukup untuk memenangkan hadiahnya.

 

Tapi buat saya UFO catcher bukan fokusnya. Karena favorit saya adalah game-game musik yang hanya ada di Jepang. Saya menghabiskan kebanyakan waktu untuk bermain ke Arcade. Saya pergi ke Arcade yang dekat dengan stasiun Ikebukuro dan melihat macam-macam game musik yang ada di sana.

 

Salah satu game yang menangkap mata saya adalah Dance Rush Stardom. Game buatan Konami ini berfokus pada shuffle dance dan freestyling. Mesinnya punya stage yang mendeteksi gerakan kaki kita dan penuh lighting di mana-mana.

 

Tips-tips lengkapnya bisa kamu baca lebih lengkap di JoyPixel.id ya guys!

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
24 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000