Memilih Perguruan Tinggi di Indonesia

Minggu, 17 Januari 2021, Artikel

Undang-Undang Dasar Indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa pemerintah Indonesia harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Berdasarkan amanat yang terkandung dalam UUD RI tahun 1945 mendorong pemerintah Indonesia untuk dapat mewujudkan prinsip tersebut. Hal ini menjadi tonggak awal terciptanya taraf pendidikan yang lebih baik dari masa ke masa demi meningkatkan kesejahteraan sosial dan penyamarataan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

 

Demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan internasional, pemerintah Indonesia yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tahun 2020 memberikan sebesar 20% dari belanja APBN atau setara dengan 508,1 triliun untuk kebutuhan pendidikan. Besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk kebutuhan pendidikan ternyata tidak sia-sia dan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

 

Menurut lembaga pemeringkatan universitas di dunia, Quacquarelli Symonds (QS), baru saja mengumumkan hasil pemeringkatan QS World University Ranking tahun 2021. UGM melejit ke peringkat 250 dunia, lebih tepatnya di peringkat 254 atau naik 66 peringkat dibandingkan capaian QS WUR 2020 yaitu peringkat 320 dunia.

 

Berikut pemeringkatan yang dilakukan Quacquarelli Symonds mengenai daftar universitas terbaik dunia khususnya universitas di Indonesia:

 

Pada urutan 254 ditempati oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

 

Pada urutan 305 ditempati oleh Universitas Indonesia (UI).

 

Pada urutan 314 ditempati oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Pada urutan 521-530 ditempati oleh Universitas Airlangga (UNAIR).

 

Pada urutan 531-540 ditempati oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Pada urutan 751-800 ditempati oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

 

Pada urutan 801-1000 ditempati oleh Binus University.

 

Pada urutan 801-1000 ditempati oleh Universitas Padjajaran (UNPAD).

 

Pada urutan 801-1000 ditempati oleh Universitas Diponegoro (UNDIP).

 

Pada urutan 801-1000 ditempati oleh Universitas Brawijaya (UB).

 

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dinilai menjadi kampus terbaik se-Indonesia versi 4 International College & Universities (4ICU) Rankings.

 

Berikut pemeringkatan yang dilakukan oleh 4 International College & Universities (4ICU) Rankings khususnya universitas di Indonesia:

 

Universitas Gadjah Mada (UGM).

Universitas Indonesia (UI).

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Universitas Diponegoro (UNDIP).

Universitas Brawijaya (UB).

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Universitas Lampung (UNILA).

Universitas Airlangga (UNAIR).

Institut Pertanian Bogor (IPB).

Universitas Negeri Semarang (UNNES).

 

Berdasarkan data Kemendikbud, daftar 15 kampus klaster 1 sesuai dengan peringkat besaran skor Di Asia, diraih sebagai berikut:

 

Institut Pertanian Bogor: Skor 3,648.

Universitas Indonesia: Skor 3,414.

Universitas Gadjah Mada: Skor 3,315. Universitas Airlangga: Skor 3,299.

Institut Teknologi Bandung: Skor 3,275.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Skor 3,218.

Universitas Hasanuddin: Skor 3,161.

Universitas Brawijaya: Skor 3,161.

Universitas Diponegoro: Skor 3,111.

Universitas Padjajaran: Skor 3,007.

 

Peringkat tersebut tidak terlepas dari usaha pihak universitas yang berusaha semaksimal mungkin untuk memperhatikan serta memperbaiki mutu sistem pengajaran di kampus dan berbagai peningkatan fasilitas layanan demi menunjang kegiatan mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang berintegritas dan mampu bersaing secara global. Pencapaian tersebut tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi pihak universitas maupun pemerintah Indonesia karena adanya progres dalam dunia pendidikan. Namun, dalam pemeringkatan yang dilakukan ternyata membawa dampak yang signifikan kedalam ruang lingkup hidup masyarakat. Terutama dalam pemilihan jenjang lanjutan dari Sekolah Menengah Atas menuju perguruan tinggi. Dengan adanya pemeringkatan ini, stigma yang hadir di masyarakat semakin menguat mengenai keberadaan tiga kampus besar yang layak dijadikan sebagai orientasi pendidikan yaitu UGM, UI dan ITB. Beberapa orang tua yang masih berpikiran bahwa ketika anaknya melanjutkan pendidikan ke salah satu dari tiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia merupakan suatu pencapaian terbaik dan akan mengantarkan ke masa depan yang lebih baik,tetapi ada pula beberapa orang tua yang memberi kebebasan kepada anaknya untuk memilih jenjang lanjutan.

 

Seperti melanjutkan studi di politeknik ataupun institut yang mereka inginkan tanpa memandang stigma yang hadir di masyarakat. Pernyataan tiga universitas terbaik di Indonesia muncul karena keberadaan lulusan yang terbilang sukses dan muncul di hadapan publik sebagai seseorang yang berpengaruh. Sebagai contoh Najwa Shihab sebagai lulusan UI Fakultas Hukum yang sukses dalam kancah jurnalistik dengan mengangkat isu-isu terkait dunia perpolitikkan di Indonesia, selanjutnya B.J Habibie merupakan lulusan ITB Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara yang sukses dalam dunia dirgantara, dan yang terakhir adalah Presiden RI yaitu Joko Widodo yang merupakan lulusan UGM Fakultas Kehutanan.

 

Inilah yang membuat stigma di masyarakat semakin menguat mengenai tiga universitas terbaik di Indonesia.Faktanya, pemikiran semacam ini kedepannya sudah tidak berlaku mengingat diberlakukannya kurikulum kampus merdeka yang memungkinkan adanya kerjasama antar kampus sehingga terjadinya generalisasi atau penyamarataan pendidikan di semua perguruan tinggi.

 

Pada beberapa bulan ke depan kita akan memasuki tahun ajaran baru, salah satunya pada jenjang perguruan tinggi. Stigma masyarakat yang menganggap bahwa hanya tiga kampus besar tersebut yang akan mengantarkan anaknya ke masa depan yang lebih baik haruslah cepat diubah.

 

Masyarakat seharusnya lebih berpikir secara luas dan terdapat juga sebuah pepatah yaitu “Emas, tetaplah menjadi emas walau berada dikubangan lumpur sekalipun”. Artinya, dimanapun kamu berada, kamu akan tetap berharga dan kamu akan tetap punya nilai dengan cara prestasi kamu. Yakinlah kita adalah orang-orang hebat yang punya kemampuan masing-masing, kita bisa bernilai dimanapun kita berada dengan prestasi atau cara kita sendiri.

 

Ditulis oleh : @ayuudalv_

Photo oleh : @rendraheryandik

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
236 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000