Mending Motret Pakai DSLR atau Mirrorless Ya?

Minggu, 10 Maret 2019, Tips & Trik

Di tengah deru perkembangan teknologi kamera, mulai banyak orang-orang menggunakan mirrorless camera sebagai "senjata" dalam menangkap beragam momen, termasuk momen di setiap pentas seni sekolah maupun kampus. Nggak sedikit juga yang masih memilih DSLR sebagai "senjata", biasanya sih emang udah lama motret aja.

 

Namun, di tengah "hangatnya" portret-memotret setahun-dua tahun belakangan ini, baik di foto portraitstreet, sampai stage photography, memang banyak yang lebih memilih mirrorless sih. Alasannya macam-macam, mulai dari body yang lebih ringan dan ringkas, sampai faktor teknologinya.

 

Banyak juga temen-temen dan junior-junior yang kadang bertanya-tanya kepada saya saat baru mau mulai belajar motret, mana yang lebih baik dibeli atau dipilih, DSLR atau kah mirrorless. Jawabannya balik lagi, tergantung kebutuhan dan balik lagi ke selera.

 

Kalau memang ingin bener-bener serius dan kameranya memang butuh yang kuat ataupun kebutuhannya untuk komersil, serta lensanya bisa banyak tersedia, ya DSLR bisa jadi pilihan yang tepat. Apalagi kalau mau motret panggung, biasanya sih lebih terpakai ya karena beragam faktor. Sepengalaman saya sih, pas hujan DSLR yang saya punya kuat-kuat aja menghajar panggung. Tapi kayaknya nggak sih sama mirrorless saya, belum pernah sih tapi kayak sayang aja kalo kena hujan, hehehe...

 

Di sisi lain DSLR saya itu kebetulan emang bisa menggunakan lebih banyak lensa atau lebih banyak pilihannya ketimbang mirrorless yang saya pakai. Sebenernya mirroless bisa aja banyak pilihan, tapi harus menggunakan adapter atau converter tertentu, dan cost kamu akan sedikit lebih mahal nantinya. Anyway, kalau DSLR sih setau saya sekarang banyak yang lebih murah ya, tapi kebanyakan harganya 11-12 sama mirrorless.

 

Anyway, kalau mirrorless itu selama memakainya memang saya merasa lebih nyaman aja. Ringan, ringkas, fiturnya terbilang lebih banyak kalau yang saya pakai, secara teknologi lebih oke, tapi ya pilihan lensa masih lebih sedikit ketimbang DSLR. Namun, sebenernya mah ada aja, tapi ya kalau yang satu brand bisa dibilang lebih mahal dan kalau beda brand mesti beli adapter atau converter.

 

Untuk urusan harga, kalau kamu mau motret tapi bisa nge-vlog juga ya banyak lah yang murah-murah mirrorless. Harga 5-10 juta cukup. Tapi kalau mau yang lebih pro sedikit rata-ratanya ya kisaran Rp 15-30an juta. Belum lagi yang bener-bener pro pake banget (bisa dicek sendiri apa aja di Google), bisa lebih dari Rp 30-an juta.

 

Intinya sih tergantung kebutuhan kamu aja, mau motret apa dan kira-kira punya budget berapa. Itu aja sih. Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan. Jangan beli kamera karena tren aja, tapi dilihat lagi juga dari kebutuhan kamu.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
138 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000