Motret Panggung Pakai Lensa Kit? Nggak Usah Takut Hasilnya Jelek!

Rabu, 25 Juli 2018, Tips & Trik

Mungkin di sini saya bukan lah seorang kak Narend atau Vinodii yang foto-fotonya selalu wira-wiri di setiap akun media sosial Ismaya Live. Saya juga bukan seorang Akbar Moose yang di setiap foto-foto RAN atau travel-nya selalu bikin saya belajar motret lagi untuk lebih baik. Tapi nggak ada salahnya kan kalau saya berbagi tips? Khususnya tips buat kamu yang punya keterbatasan gear kamera, seperti lensa dan hanya punya lensa kit.

 

Ya, lensa kit biasanya sih 18-55 mm aja. Kurang lebih begitu deh waktu saya pertama kali punya kamera sendiri pada 2010. Adanya lensa kit dan ya lensa fix atau 50mm F/1.8 yang saat itu jarang banget yang make. Kebetulan waktu itu saya pakai Canon, kit doang lagi. Tapi saya nggak peduli sih selama motret panggung dari gigs kecil, pensi, JakCloth, konser band, sampai festival-festival gede. Nggak terkecuali produk.

 

Pengalaman saya motret dengan 18-55 mm lebih banyak di panggung-panggung pensi. Kadang kala motret portrait dan juga panggung-panggung konser band nagri dari beragam genre. Di saat yang lain lensanya lebih banyak dari saya dan lebih canggih (sedih bet ya kayaknya), sering gonta-ganti pula tiap beberapa lagu, saya sih pede aja.

 

Kenapa dari tadi ngomongnya pede aja? Soalnya selalu inget kata "guru" saya ketika masih bekerja di sebuah majalah remaja ternama di Indonesia. Katanya "Percuma motret pakai lensa fisheye atau 85mm atau yang putih itu, kalau nggak bisa motret momen."

 

Yes, his words really boost my mood. And after that, I rarely took many photos. Ya cuma nunggu momen yang oke aja dari setiap panggung, untuk kemudian dipotret. Ya mungkin gampangnya, kamu bisa meresapi beberapa tips di bawah ini agar bisa mendapatkan momen panggung yang pas dan bikin foto kamu jadi bagus, walaupun cuma pakai lensa kit!

 

  • Pastiin ISO dan F kamu pas

Biasanya sih kalau motret panggungnya ada Matahari atau outdoor, sebisa mungkin saya pakai ISO 100-200 atau di 400 kalau udah sore jelang Maghrib. Udah begitu F ada di 4 atau lebih kecil. Setelah itu urusan SS bisa belakangan lah alias disesuaikan. Sebenernya dasar sih, intinya pastiin ISO dan F kamu pas aja, yang penting cahaya yang kamu butuhin cukup.

 

Kalau malem biasanya lebih usaha dan bergantung sama lampu panggung. Saya biasanya ada di ISO 800-1600 dengan F paling kecil (1.8 kalau pakai fix sih) dan kemudian biasanya SS ada di 60-100. Paling enak itu kalau lampu putih udah nyorot band atau musisi yang lagi main. Buat auto-focus jadi lebih enak, ketimbang warna lampu lain. Kalau saya sih nyamannya begitu, mungkin temen-temen fotografer yang lain nyaman dengan warna lain. 

  • Usahakan posisi lensa di kisaran 35mm-55mm

Saya jarang banget motret panggung di luar kisaran 35mm ke bawah. Paling mentok biasanya emang di 55mm aja sih. Karena untuk dapetin detail ekspresi dan detail bandnya lebih dapet. Nggak melulu harus close up, yang penting muka dan badan bisa terfoto dengan baik. Saya sih nyaman di posisi itu, karena memang lebih sering motret gitaris atau vokalis, ketimbang drummer yang agak jauh di belakang. Ya kalau motret drummer ya kudu naik panggung sih lewat belakang.

  • Hafalkan lagu dan aksi panggung band yang kamu akan foto

Paling gampang untuk poin ini tuh kalau motret gitaris. Kalau kamu hafal lagu dari band yang kamu tonton dan ada solo gitarnya, nah itu jadi salah satu keuntungan kamu. Kalau kamu sering nonton band yang suka loncat-loncat dan hafal di bagian mana mereka akan lompat, itu akan jadi bagus banget buat  kamu. Karena momen lompat itu cepet banget. Better sih kamu hafalin dulu lagunya dan aksi panggungnya.

  • Perhatikan momen, jangan motret terus

Jangan motret banyak-banyak! Untuk awal-awal sih biasanya nggak akan ada momen tertentu yang wah banget. Tapi biasanya dari pertengahan sampai akhir panggung band, akan ada gimmick tertentu dari band. Misalnya kayak Kunto Aji di Alseace 2015, dia ngajakin fansnya naik ke atas panggung dan nyanyi bareng. Terus kayak momen vokalis turun panggung dan memeluk fansnya atau mengajak fansnya bernyanyi bareng. Itu juga momen. Harus perhatiin banget gerak-gerik tertentu dari bandnya, karena dalam 2-3 detik aja bisa jadi momen tuh.

 

Kurang lebih itu sih tips dari saya. Nggak usah malu kalau motret pakai kit doang. Jangan lupa juga editan foto kamu juga jangan lebay. Kalau ada yang mau diskusi, bisa DM saya di Instagram aja ya. Siapa tahu kita bisa motret bareng.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
46 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000