Navicula Memanusiakan Manusia Peluncuran Album Kedelapan

Minggu, 27 September 2015, Review

Info Pensi - Berbicara Navicula, band dari Bali ini sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat musik grunge di Indonesia. Setelah merilis tujuh album, band yang digagasi oleh Gede Robi (vocal/gitar),  Dadang SH Pranoto (gitar), Made Indria Dwi Putra (bass), dan Rai Widya Adnyana (drum) ini kembali merilis album ke delapan  mereka yang bertakjub Tatap Muka. Dan akhirnya Navicula memperkenalkan album baru mereka di Jakarta lewat konser peluncuran album #8 yang dilaksanakan pada Jumat 22 Mei 2015 di salah satu cafe yang berada di wilayah di Petogogan Jakarta Selatan, Paviliun 28.

Konser peluncuran album ini disambut gembira oleh para fans Navicula khususnya di Jakarta. Berbeda dengan peluncuran album-album sebelumnya, Navicula tampil dengan set akustik. Totalitas tanpa batas, kalimat yang tepat untuk perfomance mereka ketika membawakan lagu-lagu baru mereka di depan para penonton yang hadir disana.

Mereka tampil berkolaborasi dengan beberapa musisi Bali yaitu Windu Setianto (piano), Affan Latanete (perkusi),  dan Fendi Rizki (cello). Konsep tentang album Tatap Muka muncul ketika band dari pulau dewata ini berdiskusi tentang apa yang belum pernah mereka lakukan dan ciptakan dari album-album sebelumnya.

Mereka ingin mencoba sesuatu hal yang baru diluar comfort zone mereka. Navicula juga ingin membangun mood dan ambience para pendengarnya. Menurut mereka, tantangan yang dirasakan dalam pembuatan album ini adalah mereka harus lebih fokus ketika rekaman, karena dalam album ini rekaman dilakukan secara langsung, tidak dalam sebuah studio rekaman.

Karena album ini direkam secara langsung, Navicula berkolaborasi dengan beberapa musisi dari tanah Bali seperti Windu Setianto (piano), Sony Bono (gitar), Affan Latanete (perkusi), Fendi Rizki (cello), dan dua orang pada backing vocal Vivi Mambo dan Sari Sudharsana. Karena album ini  dalam bentuk dvd, band yang sering disebut Green Grunge Gentleman ini mengundang Erick EST untuk pembuatan video dalam album ini. Lalu, apa arti Tatap Muka itu sendiri? Tatap muka menyimbolkan bahwa manusia berinteraksi secara langsung.

Lewat album ini, band yang dibentuk dari tahun 1996 ini ingin memanusiakan manusia dengan mengembalikan esensi manusia sebagai mahluk sosial. Konklusinya adalah Navicula ingin pendengarnya benar-benar merasakan hasil karya kreatif mereka. Di album ini Navicula memberikan warna baru dari album-album sebelumnya, mereka tampil dengan alat musik akustik. Walaupun hadir dengan warna yang berbeda, mereka tetap berada dalam benang merah mereka seperti album-album sebelumnya.

Lewat musiknya Navicula membuktikan konsistensinya, mereka masih menyampaikan pesan kepada kita tentang lingkungan, kebebasan, dan hak asasi manusia. Beberapa lagunya yaitu Dead Trees dan Mother in child bercerita tentang lingkungan, Merdeka dan Tak Pernah Berubah tentang kebebasan, dan Song In Dagdad tentang hak asasi manusia. Dalam pembuatan album barunya, Navicula tetap menjunjung spirit Navicula dari dahulu yaitu Peace, Love, and Freedom.

Adminymous

Adminymous

Disitu ada pensi, disitu pasti ada kita.
1498 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

T-Shirt Murder Miles Throat
T-Shirt Murder Miles Throat
IDR 160.000
IDR 135.000