NEPAL CUP KE-16 SUKSES DISELENGGARAKAN

Senin, 27 Januari 2020, Review

Untuk teman-teman yang berdomisili di Tangerang Selatan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan pentas seni yang satu ini, Nepal Cup yang dikerjakan oleh teman-teman SMAN 3 Tangerang Selatan, yang tahun ini sudah diselenggarakan yang ke-16 kali. Tahun ini sedikit berbeda dengan beberapa tahun ke belakang, kalau biasanya untuk penutupan Nepal Cup memilih Lapangan Parkir Pamulang Square yang notabene dekat dengan sekolah mereka, untuk tahun ini mereka hijrah ke lapangan Scientia Park di kawasan SDC Serpong, lokasi yang lebih luas dan termasuk kawasan elit karena berbatasan antara Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Sabtu, 25 Januari kemarin kurang lebih 8000an pengunjung memadati Lapangan Scientia Park sedari sore hari yang sudah dihiasi oleh gerimis centil. Ardhito Pramono membuka panggung bersama kelas melankolisnya diiringi rintik hujan menambah semarak sore-sore di Nepal Cup, lewat ayat-ayatnya yang dibalut dengan Jazz yang heavy seperti Cigarettes of ours, Fine Today,  Bitterlove sampai ke Superstar, menjadikan kaum hawa yang sudah berdiri meneriaki dengan histeris. Sehabis break Maghrib muncul persembahan teman-teman SMAN 3 Tangerang Selatan melalui Fashion Runaway yang sudah menjadi ciri khas mereka, gadis-gadis dibalut dengan seni busana yang modern ditambah dengan koreografi yang kompak menjadi daya tarik tersendiri malam itu.

Malam masih panjang di Nepal Cup kemarin, masih mengantri untuk tampil ada Nosstress, Kunto Aji, Yura Yunita sampai Naif. Jauh-jauh diterbangkan dari Pulau Dewata, ada unit folk yang mengambil alih panggung, Nosstres bersama pasukan arak balinya menjadikan Nepal Cup semakin hangat, walaupun kami melihat hujan semakin derasnya turun membasahi rambut kalian, tetapi ribuan pengunjung tidak mundur satu langkahpun. Sehabis bli-bli Nosstress ada mas kun aka Kunto Aji yang mengkudeta panggung, lewat #MantraMantraLive mas Kun mengeluarkan ajian-ajian untuk menghibur hati para penonton, untuk bisa menjadi terapi kehidupan, dan mungkin juga menjadi obat kerinduan, tentang hal-hal apa saja yang sudah kalian lewati. Malam semakin malam, hujan sudah berhenti reda, nuansa ceria terasa semkin nyata ketika Yura Yunita, dengan irama irama yang membuat badan bergoyang. Dan untuk menutup malam itu di Nepal Cup, sudah menjadi pekerjaan Naif untuk menjadikan malam yang kllimaks, lewat lagu-lagu Naif yang tidak lekang oleh waktu, menjadikan paduan suara massal yang dikeluarkan oleh seisi Scientia Park dan diiringi oleh kembang api menjadikan penutupan Nepal Cup menjadi semakin semarak.

Info Pensi sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada teman-teman panitia Nepal Cup 16 untuk kerjasama Eksklusifnya kembali tahun ini, untuk dewan guru atas sambutannya. Untuk Waldi, Tama, Madeline, Gayuh dan segenap panitia acara yang lain atas waktu obrolannya di Medium Coffee dn Teraskota, semoga bisa menjadi manfaat bagi kita semua. Selamat untuk kalian semua, Nepal Cup 16 sukses!

 

 

Salam Hangat

 

Ilham Harahap

 

 

Keseruan Nepal Cup ke-16 kemarin terekam oleh kamera M.Fathrurrahman seorang jomblo idealis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
811 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000