Pelajar angkat bicara mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja

Kamis, 08 Oktober 2020, Review

Dengan disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI pada Senin (5/10/2020), terlihat penolakan yang besar dari masyarakat terutama dari para serikat pekerja, buruh, dan mahasiswa di Indonesia. 
 
Kebanyakan orang berpendapat bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja memuat aturan-aturan yan merugikan pekerja dan bertentangan dengan hak asasi manusia, RUU yang satu ini juga dinilai terlalu memprioritaskan TKA dan perusahaan asing. 
 
Saya Genjrengs, usia 16 tahun dan hari ini saya akan menuangkan pendapat saya mengenai pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. 
 
Saya mengakui bahwasanya UU Omnibus Law Cipta Kerja sangat bersifat berat sebelah dan terkesan memanjakan pengusaha. Menurut saya UU tersebut juga menyudutkan para buruh dan tenaga kerja. Saya sendiri sempat kaget ketika membaca poin-poin yang terkandung dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja di internet terutama tentang hak upah cuti yang dihilangkan, meskipun masih SMA dan belum mengerti tentang dunia kerja, tapi sekilas saya dapat merasakan dan menaruh diri saya di dalam sepatu para tenaga kerja.  
 
Lantas, apakah UU Omnibus Law Cipta Kerja secara obejektif sangat merugikan? Mungkin ya, mungkin tidak.  
 
Merugikan atau tidaknya UU Omnibus Law Cipta Kerja, Saya rasa kembali lagi kepada pengertian masing-masing pihak, dalam kasus ini tenaga kerja dan pengusaha. Beberapa “abang-abangan” saya yang merupakan seorang pengusaha merasa sangat setuju akan UU ini, begitu pun sebaliknya, kenalan saya yang berprofesi sebagai buruh dan karyawan merasa sangat dirugikan dan dengan keras menolak UU tersebut. Saya pun sempat bingung harus pro atau kontra dalam menyikapi UU tersebut. 
 
Saya juga menemukan beberapa komentar netizen yang sekilas mempertanyakan dimana unsur “Cipta Kerja” dalam UU tersebut, menurutnya UU tersebut malahan berpotensi membuat naiknya angka pengangguran di Indonesia. Setelah membaca pasal-pasal dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja, saya rasa tujuan jangka pendek yang akan diambil pemerintah akan memperkuat perusahaan-perusahaan di Indonesia, serta mempermudah UMKM di Indonesia untuk berekspansi dan berkembang. Hal ini lah yang nantinya akan menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru di Indonesia. Dengan menguat dan meningkatnya kualitas sektor bisnis, saya rasa ini juga dapat mendatangkan investor-investor asing ke Indonesia. Ini dapat disimpulkan dengan bagaimana UU Omnibus Law Cipta Kerja mempermudah proses sertifikasi halal, persyaratan izin usaha, persyaratan investasi, dan lain-lain. 
 
Pemotongan pesangon dari 32 kali upah menjadi 25 kali upah juga menuai pertentangan dan penolakan terutama di sosial media. Meskipun terkesan merugikan para pekerja, namun berdasarkan IDN Times angka tersebut masih merupakan yang tertinggi di ASEAN. Ekonom Fajar B Hirawan juga berpendapat bahwa pesangon tidak boleh terlalu membebasni sebuah perusahaan dan selama ini para pelaku usaha dinilai terbebani akan hal tersebut. 
 
Sebagai seorang pengusaha muda yang (insyaallah) akan mengembangkan perusahaan kecil-kecilan saya menjadi perusahaan multinasional, saya memandang regulasi regulasi dalam Omnibus Law tidak selamanya buruk secara absolut, malahan dapat mempermudah usaha-usaha kecil lainnya ke tahap yang lebih lanjut.  
 
Saya tidak mengatakan saya setuju ataupun tidak setuju secara penuh terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja, tetapi saya rasa mustahil untuk membuat semua pihak senang, pasti selalu ada pihak yang merasa lebih diutungkan dan pihak yang merasa kurang diuntungkan. 
 
Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja memang kurang tepat, mari kita semua akui hal tersebut, entah karena situasi masyarakat yang sedang panas akibat pandemi, regulasi regulasi yang merugikan, atau apapun. Silahkan berorasi dan berunjuk rasa, tapi perlu diingat bahwa mungkin salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kualitas diri dan memberikan kinerja yang lebih baik dalam pekerjaan-pekerjaan kita, menurut saya hal tersebut tidak ada salahnya. Dan terakhir, jangan sampai kita terprovokasi dan bersikap rusuh, anarkis, atau bahkan ditungangi oleh oknum oknum tertentu. 
 
Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
234 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000