Pensi SMAN 3 Jakarta Anttic10

Rabu, 07 Januari 2015, Review

[caption id="attachment_386" align="aligncenter" width="1024"]kemeriahan stage pensi sma 3 anttic10 kemeriahan stage pensi sma 3 anttic10[/caption]   ANTTIC 10th, SMAN 3 Jakarta 13 Desember 2014, Tennis Indoor Senayan MARCEL ENDANK SOEKAMTI SOULJAH SORE SERINGAI SENTIMENTAL MOODS

Untuk Anttic 10th kali ini gw akan bercerita sedikit lebih panjang, ga tau kenapa, mungkin karena sambutan yang hangat dari para panitia yang membuat gw berkesan sama pensi yang satu ini, dari ibu ketua Erika Fransiska, “the wise man” Anung Nugraha, si cerewet Cindy Dianty. Cowo bermulut seperti inang-inang tanah abang ,Aurangga Emirza yang punya pacar namanya Bella Dalimi, eh kalian masih jadiankan?. “the smallframe boy” Fikriansyah Athif yang selalu meneror gw untuk melepas scooter gw untuk dia dan Boru Lubis yang suka galau di path karena ditinggal umroh, (upss) serta ga ketinggalan joki ibu kota yang belum bisa move on dari mantannya yang terakhir, Ashadi Bayu Aji. Apa kabar kalian semua?semoga lulus UN. Tapi perhatian gw jatuh kepada salah satu stage manager mereka di closing, tidak terlalu cantik, terkesan biasa, sedikit jutek, ga suka asep rokok, yang hanya suka difoto dari sisi kiri, tapi ga bosen diliat. Sebut saja dia Karolina, gw takut dia membaca tulisan ini.

13 Desember 2014 dimana saat remaja-remaja hipster ibu kota disibukkan oleh acara di bilangan Kemayoran yang gw lupa nama acaranya dan ga penting juga gw tulis disini, ANTTIC melakukan ritual tahunan mereka disaat yang sama di Tennis Indoor Senayan. Dengan mengambil tema “Ekspresi Generasi” ANTTIC berhasil mengundang ribuan pengunjung lewat pengisi acara seperti Marcel, Endank Soekamti, Souljah, Seringai. SORE dan Sentimental Moods serta tidak lupa sebuah MOD Market yang menjadi surga para scooterist yang isinya menampilkan scooter-scooter langka, mahal, yang hits dan yang sangat berbanding terbalik dengan scooter gw yang sangat biasa. Line Up pertama yang gw nikmati adalah Sentimental Moods, band yang telah meluncurkan album perdana mereka yang berjudul “Destinasi Empat” ini berhasil membius ingatan gw akan sebuah perjalanan, perjalanan bersama scooter dan orang tersayang. Membawakan nomer-nomer seperti “Gradasi”, “Ska Me This”, “Mata Bola”, “Sunny Sunday” seakan melengkapi sore hari yang redup di Senayan. Sebelum Isoma, ANTTIC memberikan kesempatan kepada SORE untuk mengambil alih panggung yang dibentuk menjadi sebuah Segitiga Pyramida, layaknya simbol daripada agen-agen terselubung yang saat ini telah menjadi bahan perhatian. SORE, pilihan yang tepat untuk sekedar mencuri pandang dan bernyanyi bersama Karolina yang sedikit banyak sepertinya dia lupa akan liriknya “Merintih Perih”, “Setengah Lima”, “ssstt”, “no Fruits for Today” dan “Pergi Tanpa Pesan” menjadi perwakilan ayat-ayat yang dikumandangkan SORE di ANTTIC. Selesai ba’da Maghrib gw terpisah dengan Karolina, mungkin dia tidak cukup heavy metal, karena ini saatnya Seringai untuk membakar panggung “segitiga” ANTTIC lewat nomer-nomer “Dilarang Di Bandung”, “Tragedi”, “Mengadili Persepsi” yang sukses membuat para Serigala Militia yang kelaparan untuk bersenang-senang. Diantara pergantian garis utama, ANTTIC menyisipkan peragaan busana yang dibalut oleh model-model SMA 3 Jakarta yang cantik-cantik, sexy, binal, eksotis namun sayang tidak bisa cukup melawan pesona Karolina, nama peragaan busana itu adalah Teladan Fashion Show yang sudah menjadi identitas daripada ANTTIC itu sendiri. Marcel menjadi penampil selanjutnya, dianugerahi oleh suara yang merdu dan lagu yang bagus, Marcel berhasil membuat para wanita histeris dengan hanya sekedar menunjuk atau berkata “Hallo” hal yang sangatlah berbanding terbalik jika gw yang lakukan. “Firasat” dan “Candu” adalah favorit gw dan kayanya gw cuma tau 2 lagu itu dari Marcel, i’m sorry Marcel. Setelah Marcel gw berkeliling area parkir Tennis Indoor Senayan, melihat MOD Market melihat pernak-pernik tentang scooter, spare part, ataupun wardobe agar terlihat lebih hits. Di Dalam sepertinya Souljah telah siap, membawakan lagu-lagu dari album terbaru seperti “Satu Frekuensi” dan “PHP” seakan menaikan tensi, bergoyang dan berjingkrak mengikuti irama khas dari Souljah, Danar dan Said adalah jagoannya dalam hal-hal bergoyang (hahaha) dan “I’m Free” menjadi klimaks dari penampilan Souljah malam itu, sebuah lagu yang bagi gw identik dengan pantai dan pasirnya, yang menjadi teman liburan gw ke Tanjung Lesung beberapa hari lalu. Malam itu milik Endank Soekamti nampaknya, ribuan Kamtis Family datang dari berbagai kota, so fu*king crazy! Trio Jogjakarta ini seperti biasa liar dan ekpresif sekali di atas panggung, meneriakan diantaranya “angka 8”, “Semoga kau di neraka”, “Mantan jadi teman”, “long live my family” dan ditutup “selamat tahun baru” menjadi tebusan untuk kamtis yang harus melakukan puluhan, bahkan ratusan hingga ribuan kilometer hanya untuk menyaksikan idola mereka selama kurang lebih 60 menit. Terima kasih teman-teman panitia ANTTIC atas sambutannya. Semoga kita bisa berjumpa lain waktu dan kesempatan.

PS : Karolina, kalau kamu baca tulisan ini jangan lupa bawa payung ke sekolah, sedang “Musim Ujan”

Oleh :

Coutinho ditemani “Musim yang baik” Sheila on 7

Adminymous

Adminymous

Disitu ada pensi, disitu pasti ada kita.
2298 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

T-Shirt Murder Miles Throat
T-Shirt Murder Miles Throat
IDR 160.000
IDR 135.000