Pertanyaan-Pertanyaan .Feast dalam Single Di Padang Lumpuh

Jum'at, 01 Mei 2020, Info Band

“Apakah mereka yang datang dari lingkungan tertentu dilarang ikut menyuarakan kebaikan? Seberapa sering sebuah dukungan dianggap tabu dan dirasa menjadi usaha komodifikasi tragedi, konflik, dan upaya kemanusiaan? Tolak ukur apa yang seharusnya dipakai untuk membedakan yang ikhlas dan berkepentingan? Apakah semua warisan yang kita pelihara cocok dengan keadaan hari ini?” 

 

Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan ini yang berputar di kepala mereka, .Feast menumpahkannya pada singel terbaru yang berjudul Di Padang Lumpuh. Kegelisahan itu berujung dengan digarapnya sebuah lagu sepanjang hampir 4 menit yang sudah bisa didengar di seluruh platform musik digital. Singel ini dirilis di hari Jumat, 1 Mei 2020, melalui label mereka, Sun Eater. Di Padang Lumpuh bisa dibilang mempunyai nuansa yang cukup berbeda dengan single Luar Jaringan yang dirilis sebelumnya.

 

Jika di lagu sebelumnya mereka bermain dengan elemen elektronika dengan penggunaan berbagai sample dan layer synthesizer, dalam lagu Di Padang Lumpuh semua instrumen terdengar lebih organik. Sedikit mengingatkan kembali kepada sound mereka di saat memulai karir bermusik. Di Padang Lumpuh terdengar lebih ngeband dan tidak basa-basi. “Lagu ini adalah sedikit gambaran dari apa yang kami lihat dan dengar sejak perkenalan pertama kami dengan aktivisme sosial saat masih menjadi mahasiswa.” cerita .Feast.

 

“Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang sangat wajar, dan menurut kami seharusnya digunakan untuk mendapatkan common ground, terutama saat tujuannya sama-sama baik, bukan sebagai instrumen adu domba antar kelompok, apalagi dipelintir dan dibelokkan maknanya. Di manapun kita berada, jangan terpecah belah, ingat siapa musuh sebenarnya dan apa yang sama-sama diperjuangkan dari awal.” tutup .Feast. ‘Di Padang Lumpuh’ ditulis pada awal Januari 2020 dan direkam selama dua minggu pertama di awal bulan Maret 2020, dengan Enrico Octaviano sebagai produser, Bayu Perkasa sebagai principal engineer, Wisnu Ikhsantama Wicaksana sebagai vocal director, serta dibantu oleh Rayhan Noor di gitar. Artwork dikerjakan oleh Mikael Aldo dari Sun Eater Studio pada awal Maret 2020. Pertanyaan-Pertanyaan .Feast dalam Single Di Padang Lumpuh

 

 

Narahubung:

 

Awan

awan@suneatercoven.com

+6285780989151

 

Rifanda Putri

rifandaputri@suneatercoven.com

+6281806487813

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
105 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000