Review Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald : Kisah yang Belum Selesai

Selasa, 13 November 2018, Review

Words that came out from my mouth after the premiere screening of Fantastic Beasts the Crimes of Grindelwald are "F**k! What will happen next to Credence, Grindelwald, and Dumbledore!?" and I'm sure you gonna think the same like me

 

Serius deh, film kedua dari lima film yang direncanakan dari franchise Fantastic Beasts ini bisa dibilang jadi sebuah film yang mengemas untold story dari dunianya Harry Potter, atau sekarang bisa dibilang Wizarding World, dengan apik, konflik yang cukup rumit, serta meninggalkan puzzle yang akan membuat kamu, fans dari franchise garapan J.K. Rowling dan David Yates ini, nggak sabaran untuk menyelesaikannya sampai akhir cerita.

 

Ah ya, this movie will reveal some mysteries including Dumbledore and Grindelwald relationship, why Dumbledore is a jerk, and also why Leta Lestrange (played by Zoe Kravitz) is a key to this movie. Satu lagi, kamu bakal dibikin pusing sama ulah Queenie Goldstein yang diperankan Alison Sudol yang nggak bakal kamu sangka sebelumnya. Masih banyak lagi sebenernya, tapi tentu kamu harus nonton filmnya di bioskop ya.

 

Intinya sih sequel dari Fantastic Beasts and Where to Find Them ini lebih banyak berkutat kepada konflik yang terjadi antara Gellert Grindelwald (Johnny Depp), Dumbledore (Jude Law), dan tentu aja Credence (Ezra Miller). Kabur dari penjara Kementerian Sihir Amerika Serikat, Grindelwald ternyata punya misi untuk mengumpulkan pure-blood wizards alias penyihir darah murni untuk menguasai dunia, termasuk dunia manusia normal.

 

Nggak tinggal diam, Kementerian Sihir Inggris dan juga Prancis mengejarnya, lantaran ia juga dalam misi untuk menemukan Credence yang selamat. Newt Scamander (Eddie Redmayne) pun kembali terlibat berurusan dengan Grindelwald, lantaran sang kakak Theseus Scamander (Callum Turner) memintanya untuk membantu Kementerian Sihir Inggris. Ya, kenapa diminta bantuan karena beberapa bulan sebelumnya kan Newt terlibat dalam kekacauan di New York, Amerika.

 

Namun, apa yang bikin Newt akhirnya mau menemukan Grindelwald dan menangkapnya ialah setelah Dumbledore meminta tolong. Alasannya Dumbledore memang ngeselin sih, meskipun secara logika ya seharusnya Dumbledore aja yang nangkep Grindelwald. Tapi... alasan kenapa Dumbledore lebih menyerahkan masalah ini kepada Newt, sehingga bikin kayaknya dia ngeselin banget, bener-bener dijelaskan secara tuntas di film ini.

 

Tina Goldstein (Katherine Waterston) yang kini seorang Auror punya misi sendiri dalam mengejar Credence, tapi lebih kepada melindunginya dan mencari tahu jati diri Credence seutuhnya seperti apa. Queenie sih yang menurut saya kali ini agak ajaib, meskipun secara karakter nggak sengeselin Tina di film pertama. Lebih jelasnya ya tonton aja di bioskop kenapa Queenie demikan.

 

Satu lagi, Jacob Kowalski (Dan Fogler) sekali lagi menghibur kita. Namun, kali ini yang menjadi penghibur nggak cuma Jacob, tapi juga monster atau binatang ajaib milik Newt, terutama Sniffler. Jadi memang film ini nggak ngebosenin atau terlalu serius, mengingat sebenernya ceritanya ini cukup serius karena melibatkan Dumbledore, sosok paling berpengaruh di dunia Harry Potter.

 

 

Actually, I hope that Nagini (Claudia Kim) gonna have some medium role in this movie. Tapi ternyata masih segitu doang. Iya, penampilannya sebagai ular ikonik yang jadi horcrux-nya Voldemort ini ternyata kurang memuaskan. Ya, keren sih transformasinya sebagai Maledictus saat di sirkus kayak di trailer.  Saya berharap lebih setidaknya ada hal-hal yang luar biasa atau setidaknya berpengaruh kepada Grindelwald ataupun Newt. Ternyata....

 

Namun, buat saya akting dari Claudia sebagai Nagini udah cukup oke. Mungkin baru akan all out setelah film ketiganya keluar pada 2020 mendatang. Mungkin ya... Setidaknya rasa penasaran saya, atau mungkin kamu juga, akan bagaimana akhirnya Nagini bisa jadi karakter antagonis dan jadi ular kesayangan Voldemort ini.

 

Satu lagi, sebenernya saya merasa kalau peran Newt di film ini kurang memberikan pengaruh besar kepada ceritanya. Lagi-lagi Newt, yang jadi karakter utama, ya cuma gitu doang. Namun perkembangan karakternya saya suka sih, Newt jadi lebih gentle sama cewek dan tentu juga lebih mudah untuk memutuskan sesuatu.

 

Meskipun nggak banyak on screenDumbledore really give some big impact to this movie. You'll find some hints from Harry Potter movies while Dumbledore start his moment while on screen. Nggak ketinggalan juga sang antagonis, Grindelwald, yang nggak banyak tampil, sekalinya tampil di layar lebar atau scene-nya dia, efeknya jadi jauh lebih berasa dibandingkan film pertama. Great, but this movie isn't overrated!

 

Baca review lengkapnya cuma di JoyPixel.id ya guys.

 

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
506 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000