Review Film Wiro Sableng - Salah Satu Film Indonesia Terbaik Saat Ini

Rabu, 05 September 2018, Artikel

Selama ini mungkin kita udah terlalu dimanjakan dengan film-film Hollywood yang memiliki kualitas visual film yang bagus banget. Sehingga kadang kala kalau ada film Indonesia yang punya efek-efek dan visual setara, suka dipandang sebelah mata. Tapi sebaiknya jangan pandang sebelah mata film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212.

 
Buat kamu yang nggak familiar sama tokoh Wiro Sableng, jadi tuh karakter ini merupakan karakter yang dibuat oleh almarhum Bastian Tito, penulis novel serial karakter yang kerap disapa Pendekar 212. Almarhum Bastian Tito sendiri juga merupakan ayah dari Vino G. Bastian, aktor yang memerankan karakter Wiro di Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang dirilis ke publik mulai 30 Agustus kemarin.
 

Anyway, Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng. Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah “212” di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru kalau di novelnya. Wiro juga sempat dibuat sinetronnya di era 1990-an dan tayang di RCTI. Makanya karakter dan serial ini jadi salah satu yang paling dikenal sampai sekarang.

 

Ah ya, bicara soal film layar lebarnya yang diproduksi Lifelike Pictures, film satu ini bener-bener jadi film Indonesia yang menawarkan pengalaman nonton film superhero lokal dengan kemasan yang apik dan buat saya sih, setara lah sama film-film Hollywood.

 

Oke, bicara soal cerita dari film layar lebar ini sebenernya ceritanya sederhana. Kita akan diajak melihat bagaimana perjalanan Wiro dalam mencari dan melawan Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), di mana ia dibantu oleh Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi). Selain itu nggak ketinggalan kita akan melihat kembali bagaimana Wiro mendapatkan Kapak Maut Naga Geni 212-nya itu setelah dilatih oleh Sinto Gendeng (Ruth Marini) selama belasan tahun.

 

 

Selama cerita berlangsung selama kurang lebih dua jam, meskipun menurut saya ceritanya terasa cepet, tapi saya puas banget sama film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini. Konflik kerajaan dan rasa dendam Wiro terhadap Birawa buat saya cukup jadi cerita yang menarik untuk diikuti. Jokes yang ditampilkan sepanjang film ini berlangsung juga lucu dan sukses bikin saya tertawa terus, termasuk yang receh-receh.

 

Karakter Wiro yang diperankan Vino menurut saya sih emang pas. Lucunya dapet, senganya dapet, dan buat saya sih Vino bakal jadi Wiro Sableng yang bakal dikenal terus ke depannya. Karena memang sepanjang film ini, Ia mampu membuat dan memancing kita untuk tertawa, teriak, bahkan bikin kita deg-degan. Pas lah pokoknya.

 

Review lengkapnya bisa kamu baca di laman JoyPixel.id yang dapat di klik di sini.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
107 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000