Review The Girls in the Spider's Web : Salah Satu Sajian Rivalitas Terbaik

Senin, 12 November 2018, Review

Setelah The Girl with the Dragon Tattoo rilis dalam bentuk film di tahun 2011, akhirnya kisahnya berlanjut di tahun ini, Joyfriends. Ya, sekuel yang berjudul The Girl In the Spider’s Web ini resmi rilis tanggal 9 November kemarin. Berselang tujuh tahun, film ini merombak total para pemerannya, di mana peran Lisbeth yang sebelumnya diperankan oleh Rooney Mara kali ini dilanjutin oleh Claire Foy, dara yang pernah berperan sebagai Queen Elizabeth II di serial Netflix The Crown. Begitu pun Daniel Craig yang cabut dari perannya sebagai Mikael Blomkvist, dan digantiin sama aktor asal Islandia, Sverrir Gudnason.

 

Saya bakal cerita gimana experience yang saya dapet abis nonton film ini. Tapi sebelumnya, saya mau ngasih tahu; nggak bosen-bosennya buat ngasih tahu kali review ini saya sebuat se-mini spoiler mungkin. Jadi nggak pake ba be bo lagi, langsung aja kita bahas abis film yang diadaptasi dari novel karya David Lagercrantz ini!

INTENS. PAKE BANGET.

Pertama, saya mau cerita dikit soal plot dari film ini. Jadi dalam The Girl in the Spider’s Web, selain bertugas sebagai ‘eksekutor’ buat para lelaki yang suka nyiksa perempuan, Lisbeth Salander (Claire Foy) kali ini dapet misi yang untuk nganterin sebuah program peluncur senjata yang bernama Firefall ke Frans Blader (Stephen Merchant), yang berniat buat ngehapus program tersebut, once and for all. Namun, ketika Lisbeth udah berhasil ngehack itu program, ia diserang orang sebuah komplotan nggak dikenal yang ternyata juga ngincer program Firefall tersebut. Nah, dengan bantuan dari Mikael Blomkvist (Sverrir Gudnason), Lisbeth akhirnya harus berhadapan dengan komplotan tersebut, yang ternyata berkaitan dengan masa lalu dari Lisbeth itu sendiri.

 

Saya senang sama tingkat intensitas yang dikasih sama film ini. Bener-bener bikin sport jantung di setiap action yang disuguhin. Durasi 1 jam 58 menit di film ini berasa seperti berhari-hari. Itu karena intensitas ketegangan yang diracik sama sutradara Fede Alvarez ini bikin saya kepo dengan apa yang bakal terjadi abis satu konflik dan seterusnya. Wah, kalau kamu demen sama film-film kriminal dengan intensitas yang tinggi, kamu kudu nonton film ini sih.

 

SIBLING RIVALRY TERBAIK?

Nah, saya mau cerita tentang bagaimana film ini bisa saya bilang jadi salah satu kisah sibling rivalryterbaik saat ini. Saya lupa kasih tahu kalau masa lalu yang datang ke misi Lisbeth ini nggak lain adalah adiknya sendiri yakni Camilla Salander yang diperankan oleh Sylvia Hoeks. Saya malah suka sama karakter macem Camilla ini. Gimana dinginnya karakter Camilla digambarin, pembawaannya di setiap scene, justru bikin saya sampai gregetan sendiri karena aktingnya. Akan tetapi, kalau mau dibandingin sama Thor dan Loki, John dan Fredo Corleone, dll, masih jauhlah levelnya. Namun penggarapan konflik antara dua saudara ini patut diacungi jempol.

 

Baca review selengkapnya hanya di JoyPixel.id ya guys.

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
228 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000