Review The Night Comes for Us : Banyak Darah dan Brutal

Senin, 22 Oktober 2018, Artikel

Kamu nggak salah baca judul review-nya kok. Mungkin udah pernah kamu denger atau baca-baca di-review tempat lain. Film The Night Comes for Us bener-bener film yang brutal dan bersimbah darah, buat kamu yang nggak kuat sama darah muncrat atau isi perut keluar mending jangan nonton deh. Tapi kalau kamu suka film yang brutal, film yang dibintangi Joe Taslim, Iko Uwais, Abimana, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, serta Sunny Pheng ini wajib kamu tonton.

 
The Night Comes for Us ini cuma bisa kamu tonton di Netflix. Jadi kalau kamu belum punya akunnya, jangan lupa bikin dulu ya. So, film ini bener-bener jadi film pertama produksi Netflix yang mengatasnamakan Netflix Indonesia dan bisa dibilang 95% berbahasa Indonesia dan sebagian sisanya ada dialog berbahasa Mandarin. Lumayan memperkaya isi dialog filmnya deh.
 

Untuk nonton film ini,kalau kamu pengen banget nonton sambil menambah kemampuan atau memperkuat bahasa Inggris kamu, kamu bisa mengaktifkan subtitle berbahasa Inggris. Meskipun dialognya bahasa Indonesia ya. Kalau saya saat nonton film ini sih jadi bener-bener belajar lagi bahasa Inggrisnya. Lumayan… (curhat).

 

Timo Tjahjanto yang duduk di kursi sutradara dan penulis cerita bener-bener sukses bikin saya menikmati film action-thriller ini. Ceritanya sebenernya sederhana dan mudah untuk diikuti ataupun dicerna. Jadi film ini bercerita tentang Ito (Joe Taslim) yang cabut dari Triad karena merasa tersentuh melihat seorang anak kecil bernama Reina (Asha Kenyeri Bermudez) yang selamat dari pembantaian di sebuah desa oleh pasukan Triad pimpinannya. Merasa terpanggil untuk “bertobat”, Ito menyelamatkan Reina dari kejaran anggota Triad lain dan melindunginya dari kejaran sahabatnya yang terpaksa mengejarnya untuk menghukum, yaitu Arian (Iko Uwais).

 

Aksi kejar-kejaran, baku tembak yang brutal, serta pertarungan yang sengit dan sadis mewarnai film yang memiliki cinematography dinamis ini. Didukung pula dengan simbah darah yang keluar dari aksi tembak-tembakan, bom, sampai tebasan golok di film ini bikin saya bener-bener terpacu adrenalinnya. Aksi Joe, Iko, Julie, mungkin udah biasa dan tentu kita nantikan aksi apalagi yang akan mereka sajikan. Yang menarik tentu aksi Dian Sastro jadi cewek sadis, Abimana yang bersimbah darah dan berani bertarung, serta bagaimana Asha yang anak kecil juga berani untuk bersimbah darah.

 

Kayak yang udah dibilang di atas, ceritanya itu sederhana. Namun, dari yang saya tangkap atau bisa dibilang pandangan saya sih, lebih banyak berkutat ke bagaimana perjalanan Ito berusaha untuk dapat menghancurkan Triad dan juga mengalahkan Arian. Bukan lebih ke bagaimana melindungi Asha.

 

Bahkan menurut saya dari segi cerita ini agak banyak bolongnya. Mulai dari kenapa Asha diburu Triad, di mana seharusnya kalau ada yang “bablas” satu aja ya yaudah aja gitu nggak perlu dikejar lagi. Saya melihat nggak ada delivery cerita soal alasan Triad memburunya. Selain itu, kekasih lama Ito, Shinta (Salvita Decorte), yang di awal terlibat dalam melindungi Reina, ketika udah kabur dari kejaran Triad dan juga geng kroco-kroco juga nggak tahu ke mana lagi. Nggak ada tindak lanjutnya.

 

Ah ya, sosok The Operator (Julie Estelle) meskipun keren aksi bertarungnya, baik dengan senapan maupun short katana, saya nggak dapet reason kenapa dia juga ikut memburu Reina dan menghajar Ito. Kayak nggak ada penjelasan yang jelas, padahal sedikit reason aja juga nggak apa. Plus ternyata juga ada ranking di Triad-nya juga lho. Namun, nggak dipaparkan ternyata dari awal atau dipertengahan.

 

Di sisi lain juga kita nggak dikasih tahu secara jelas apa motivasi Triad ini memburu Ito. Sekedar pengkhianat aja? Kalau alasan dari Arian sih jelas, karena tugas dan kayaknya ada semacam dendam kecil juga sih. Yaaa… pokoknya kalau kamu nonton film The Night Comes for Us di Netflix kamu akan tahu sendiri bagian apa aja yang bikin cerita film ini banyak bolongnya.

 

Review lengkapnya bisa kamu baca di laman JoyPixel.id di sini ya guys!

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
668 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000