Review Us - Thriller Wajib Ditonton

Rabu, 27 Maret 2019, Review

Dua tahun setelah Get Out rilis, Jordan Peele kembali membawa kengerian baru di layar lebar dengan Us, film horor yang dia pernah bilang sebagai “film horor yang biasa”. Jelas dia berbohong, Us lebih dari sebuah keluarga yang ditakut-takuti oleh figur yang seperti kembaran mereka.

 

Membahas sedikit ceritanya, film ini berkisah tentang Adelaide Wilson (Lupita Nyong’o) yang pergi dengan suami konyolnya, Gabe (Winston Duke), dan anak-anaknya ke lokasi liburan dekat pantai, Santa Cruz. Di sini dia pernah mengalami trauma saat masih  kecil yang nantinya bakal dijelaskan di prolog. Mirip-mirip Get Out di mana ada mitologi-mitologi rekaan Peele seperti kelinci yang terkurung dan terowongan bawah tanah.

 

Teror yang diberikan Peele dimulai saat keluarga bayangan tersebut menginvasi rumah tempat mereka menginap. Us berubah menjadi tegang namun acak dan tidak teratur secara ramuan. Kita masih menjumpai beberapa jump scares brilian namun film ini tidak bergantung kepada hal tersebut. Pola menakut-nakuti yang merasuk ke psikologis mampu dirasakan di mana ketakutan naik dengan tensi yang perlahan.
 
Seperti itulah formula yang Peele lakukan sepanjang film agar thiller ini tidak membosankan dan berubah menjadi sesuatu yang besar dan ambisius. Pengaruh Wes Craven atau George A. Romero juga kuat dirasakan di film ini.
 
Selain Peele, kekuatan film ini terletak di para pemain. Oscar yang diberikan kepada Nyong’o di 12 Years of Slave menjadi tanggung jawab besar sehingga karakter Adelaide pun hidup. Secara psikis dia bisa menari dengan indah melalui vokal suara dan ekspresinya. Kita bakal bisa melupakan kalau kembaran itu diperankan oleh orang yang sama.
 
Satu catatan yang mungkin harus diberikan kepada para juri Oscar tahun ini adalah, Nyong’o sekali lagi memberikan kita sebuah kualitas kelas tinggi, performanya bisa disandingkan dengan para legenda horor seperti Sissy Spacek di Carrie dan jack Nicholson di The Shining.
 
Kebohongan Peele juga berlanjut kepada subkonteks dan pesan tersembunyinya. Us bukan sekedar film horor yang kalau dikaji lebih lanjut bisa jadi bahan skripsi mahasiswa. Ada selipan filosofi maupun politik yang bisa diinterpretasikan menjadi macam-macam, silahkan pilih isu sosial yang tepat.
 
Ya, kebohongan Peele kali ini bisa dimaafkan karena tepat sesuai dengan unsur “biasa” yang ada di setiap filmnya.
 
(Artikel ini telah tayang sebelumnya di JoyPixel.id)
Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
135 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000