Review Venom : Jangan Berekspektasi Tinggi dengan Film Ini

Kamis, 04 Oktober 2018, Artikel

Sebelum gelaran premiere film Venom di Indonesia digelar, review globalnya udah sempet beredar di dunia maya and mostly said this one is really bad. Bahkan setelah premiere film ini di Indonesia digelar di Epicentrum XXI, Jakarta nggak lama saya ngeliat review-nya IGN di mana mereka memberikan skor 4 untuk film yang dibintangi Tom Hardy ini.

 

Kalau kamu bertanya-tanya film Venom ini beneran jelek atau nggak ke saya? Well... Honestly this one isn't that good, but not that bad either. Namun memang banyak kekurangannya sih di film ini. Termasuk mood nontonnya yang menurut saya nggak bikin greget maupun antusias. Biasa aja alias flat aja gitu mood-nya.

 

Cuma ya menariknya film ini sih lebih ke bagaimana Eddie Brock yang diperankan Tom Hardy mendapatkan kekuatan Venom dan juga bagaimana ia berhubungan dengan symbiote paling populer di dunia Marvel ini. Tapi ya gitu, memang nampaknya dari segi cerita dan eksekusi Sony Pictures di film ini kurang memuaskan para penggemar.

Agak boring di awal

Sebenernya saya agak nggak sreg dengan 15-30 menit pertama film ini. So boring. Tapi menurut saya memang bridging ke story intinya sih dibedah dan kita melihat bagaimana karir Eddie Brock di awal yang ternyata memang cemerlang. Kita juga dijabarkan versi lain dari sosok Eddie yang ternyata punya kekasih, humble, dan ia termasuk orang terkenal di San Francisco.

 

Buat saya sebenernya nggak masalah sih soal pengenalan karakternya diperdalam dengan baik (kamu akan merasakannya saat menonton), meskipun flow-nya terkesan lambat, tapi secara cerita saya merasa agak diburu-buru. Seakan karena ingin memangkas waktu perkenalan sang symbiote favorit ini dengan Eddie. Agak unik tapi pertemuan mereka kali ini, di mana keunikannya mungkin jadi dua mata pisau. Ada yang suka dengan cara ini dan ada yang nggak suka karena nggak sesuai dengan referensi komik. Kalau saya sih suka aja dengan sajian ini.

 

Cuma ya kamu harus bersabar aja di 15-30 menit pertama, memang di awal-awal bikin kamu pengen cepet-cepet selesein filmnya lantaran selain flat ya memang boring banget.

 

Mau banyak melucu tapi kebanyakan garing

Hmmm... Di awal-awal ada beberapa scene di mana kelihatan banget kalau di film Venom ini si Eddie beberapa kali berusaha melucu. Sayang jadinya garing. Ya mungkin pengen ngelawak cerdas ala-ala Marvel Cinematic Universe, cuma ya nampaknya Sony Pictures gagal mempersembahkannya. Jadinya malah kayak lawakan garing di film drama. Kalau kamu nonton filmnya pasti akan lebih mengerti sih...

 

Cuma ya nggak semuanya garing kok. Waktu Eddie udah ketemu Venom dan mereka udah menyatu, banyak sejumlah dialog yang cukup mengundang tawa dan akhirnya memecah ke-boring-an film ini. Meskipun harus menunggu terlalu lama karena udah kadung boring di awal, setidaknya perlahan dari tengah film sampai akhir, ceritanya jadi lebih hidup.

 

Silakan baca review lengkapnya di laman JoyPixel.id yang bisa diklik di sini ya guys!

 
Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
351 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000