Setelah Lalui Jalan Panjang, Eirene Akhirnya Rilis Album Perdana Secara Digital

Selasa, 11 Desember 2018, Info Band

Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentunya membutuhkan sebuah proses, seringkali, dalam menjalani sebuah proses, banyak kendala dan hal sulit yang dilalui. Termasuk untuk Eirene ketika menyiapkan materi untuk album perdana mereka. Sejak pertengahan 2017 setelah merilis single perdana Epilog, mereka telah mencoba untuk mencicil materi lagu untuk direkam dalam album perdana ini.

 

Sayangnya, karena kesibukan masing-masing personil dengan rutinitas pekerjaan, proses pengerjaan album Eirene menjadi terdampak dan harus mundur dari target semula. Memasuki awal 2018, mereka kembali merombak ulang jadwal rekaman dan workshop untuk mematangkan materi album.

 

Di sela-sela kesibukan pekerjaan para personil yang masih sangat luar biasa, band ini bertemu dengan pihak Kolase.com, sebuah website crowdfunding yang bergerak di bidang industri musik.

 

"Kerja sama dengan Kolase seperti membuka peluang untuk Eirene bisa merealisasikan album perdananya. Sejujurnya, selain karena kesibukan individu personil, perihal budget untuk memproduksi album juga cukup besar," ujar Rian, bassis Eirene dalam keterangan pers yang kami terima.

 

Lewat Kolase, mereka sangat terbantu untuk persoalan dana, karena dari situlah mereka mendapatkan biaya yang bisa dipastikan lewat sistem "patungan" alias crowdfunding dari orang-orang yang benar-benar menunggu karya Eirene. Karena mereka, Eirene bersemangat untuk bisa menyelesaikan album perdana. Setelah bekerja sama dengan Kolase, mereka mulai melakukan sesi rekaman di beberapa studio rekaman yang berada di Jakarta, Bandung, dan Bogor untuk mendalami workshop dan mematangkan materi.

 

Setelah materi sudah terkumpul dan dirasa cukup matang, Eirene melakukan sesi rekaman di Bogor, tepatnya di Deep Shite Records, studio di mana drummer mereka, Orico, saat itu bekerja, dan melakukan banyak proses kreatif untuk Eirene serta Stereo Wall. Banyak materi yang telah mereka siapkan menjadi lebih matang setelah digodok di Deep Shite Records, Bogor. Begitu materi untuk album matang, mereka kembali mendapat tantangan untuk melakukan proses produksi paket boxset dan merchandise sebagai bagian dari rilisan yang mereka janjikan di Kolase.

 

"Kami masih terlalu sibuk dengan kegiatan dan pekerjaan individu, selain itu ada beberapa masalah teknis dengan vendor tempat kami produksi, sehingga sempat ada keterlambatan. Untungnya sekarang semua paket album sudah diterima dan semua yang telah memesan merasa puas,” tutur Faisalt.

 

Cobaan untuk Eirene ternyata masih berlanjut setelah album dirilis, mereka harus kehilangan Orico, drummer yang memberik kontribusi cukup besar untuk materi-materi yang ada di album perdana Eirene.

 

“Karena satu dan lain hal, Orico memutuskan untuk tidak bisa bekerja sama lagi dengan Eirene. Kami menghormati apapun keputusan Orico,” tutur Boniex.

 

“Meskipun berat, tetapi Eirene akan terus berjalan untuk mempromosikan album perdana Eirene ini,” tambah Faisalt.

 

Setelah album fisik, mereka juga telah menyiapkan album Eirene bisa dinikmati secara eksklusif hanya bisa didengarkan selama satu bulan pertama lewat aplikasi musik streaming JOOX.

 

 

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
266 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000