STREETWALKER RILIS SINGLE "WORSHIPER"

Rabu, 06 Juni 2018,

Pasca melakoni undangan manggung di Quebec City, Canada dan rilisnya album

pertama Control Ur Mind (2015), banyak hal yang terjadi didalam tubuh Streetwalker dan juga di lingkungan sekitar mereka. Sebagai sebuah band yang memulai karir bersama sejak dari SMA, mereka berempat harus kembali lagi berkompromi dengan realitas tugas dan tanggung jawab studi sebagai seorang mahasiswa di perguruan tinggi masing-masing.  

 

“Iya, gw yang paling telat lulus lah bisa dibilang, kira-kira di awal tahun 2017, dan

waktu itu situasi sosial politik sekitar juga lagi panas-panasnya , cukup jadi inspirasi buat

akhirnya lagu Worshipper ini kebentuk,” jelas Agung.

 

Worshipper sengaja didaulat sebagai sebuah single, karena bagi mereka lagu ini jauh

berbeda dari album Streetwalker yang pertama, dan juga mungkin menjadi sajian pembuka

dan jembatan untuk album kedua mereka nanti.

Dari segi lirik, Tamjidi menjelaskan bahwa ia berkontemplasi dengan sisi gelap dari

cepatnya informasi yang sangat mudah diakses melalui berbagai medium.

 

“Kita sebagai

bagian dari unit sosial akhirnya terpecah belah menjadi kubu-kubu yang mengamini faham

yang amat sangat beragam. Ya, sebenarnya itu hal yang wajar sih. Tapi, fokus kami lebih

mendalam tentang bagaimana seharusnya warga negara dapat berkontribusi lebih demi

kemajuan negara, berpartisipasi aktif dan bersatu padu, bukan justru malah melakukan

tindakan yang mengganggu kedaulatan. Karena apa jadinya negara jika tidak adanya

persatuan?” terang Tamjidi.

 

Dari segi materi banyak pula perubahan yang Streetwalker tawarkan pada lagu

Worshipper ini. Andika menjelaskan “Kita mulai menjelajah ke zona-zona baru sih, berkenalan

dengan nama-nama seperti, Budgie, Funkadelic, Fuzzy Duck sampai generasi-generasi

berikutnya seperti Mink Mussel Creek, Pond, Kikagaku Moyo, dan Goat.”

 

Mereka menjelaskan bahwa mulai sangat menikmati durasi-durasi lagu yang cukup

panjang, komposisi-komposisi yang tidak istiqomah dengan sajian tata suara yang mentah.

 

Mungkin, atas dasar itulah, akhirnya terciptanya lagu Worshipper. Kenapa? “Mungkin karena

kuping kita ga bisa lepas juga dari karya-karya yang maha kuasa Led Zeppelin, Black Sabbath,

dan Pink Floyd.” terang Rian. “Tapi tenang, walaupun panjang, berteriak dan Headbang

berjamaah masih kita kedepankan,” Tamjidi menambahkan.

 

Streetwalker menyajikan durasi sekitar 12 menit untuk menemani kalian didalam

segala suasana hati dan pikiran. Secara proses rekaman, lagu ini mereka produseri sendiri

bersama dengan Fariz (Manajer) mereka, serta Arif Tope dan Ardy Pangihutan (Horse Planet

Police Department) sebagai sound engineer rekaman hingga mixing dan mastering. Proses

rekaman dikerjakan atas kerjasama dengan SSR Jakarta melalui bantuan Batara Swandita.

 

Sebagai tanda dari rilisnya Worshipper, vokalis Hafidz Tamjidi, gitaris Agung R Lubis,

bassist Rian Arfiansah, dan drummer Andika Rahimy berwasiat kepada kalian semua untuk

selalu tetap menjadi warga negara yang bijak, dan bertanggung jawab diatas nama persatuan.

 

Mereka menambahkan lagi akan satu hal yang paling penting, “Berhati-hatilah

terhadap Invisible Hand.”

 

 

SOCIAL MEDIA:

Email: streetwalkerofficial@gmail.com

Instagram : instagram.com/swlegend

Facebook : facebook.com/streetwalkerofficial

Booking and inquiries : +62 877 80384105 (Fariz)

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
72 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

Merchandise Naif
Merchandise Naif
IDR 160.000
IDR 135.000