TUNTASKAN TUNAIKAN! Satu Per Empat Rilis Album Perdana Pasca Falasi

Selasa, 06 Oktober 2020, Info Band

Satu Per Empat akhirnya merilis album Pasca Falasi secara penuh pada 9 Oktober 2020 melalui label Rekaman POTS. Setelah merilis 5 single dalam kurun waktu satu tahun ke belakang, yakni “Alibi Abadi”, “Ephemeral”, “Supernova”, “Montase di 7 Pagi”, dan “Hiatus”, akan ada 7 lagu baru lainnya yang melengkapi album ini.
Falasi berasal dari bahasa Yunani, fallacia, yang berarti kesesatan dalam pola pikir. Sedangkan Pasca merupakan awalan kata yang berarti sesudah atau setelah. Setelah melalui periode Falasi inilah, akhirnya Bismo Triastirtoaji terinspirasi untuk menulis lirik yang diterjemahkan menjadi lagu bersama Audi Adrianto, Rigaskara dan Levi Stanley dalam menyusun album Pasca Falasi.
“Falasi sering kali tanpa disadari hadir mewarnai ruang hidup kita. Mulai dari obrolan di ruang maya atau nyata, dalam grup keluarga atau di ruang keluarga, diskusi sembari ngopi, berita di televisi, koran, buku-buku favorit, di mana pun medianya dari yang ranahnya begitu privat sampai bahkan ke oevel-level yang lebih masif. Falasi bisa hadir sebagai bentuk-bentuk seperti: alat pemutar balik fakta, pembodohan publik, provokasi, narasi-narasi pemecah belah, pembunuhan karakter, menghindari hukum, untuk meraih kursi atau posisi tertentu, apa pun banyak lagi jenisnya dan ini semua sering kali kita, hmm…gua lakukan deh hahaha. Bahkan, saat ini pun mungkin gua sedang menuliskan narasi falasi yang lain,” ungkap Bismo menjelaskan sedikit tentang bentuk Falasi.
Mengenai banyaknya kata-kata yang tidak umum digunakan dalam penulisan liriknya, Bismo mengutarakan bahwa memang Pasca Falasi dimaksudkan untuk memiliki interpretasi terbuka dari orang-orang yang akan mendengarkan album tersebut. “Bahasa (berat atau tidak) ini kan soal seberapa besar usaha orang mau ngerti gitu lho.” Bismo juga menambahkan bahwa pada saat menulis lirik-lirik di album ini, dia sedang tidak berada di periode untuk membuat sesuatu yang mudah dipahami orang.
Bismo juga menceritakan bahwa konsep dari album Pasca Falasi adalah chaos and order atau kekacauan dan keteraturan. Konsep ini juga yang akhirnya membentuk album Pasca Falasi kaya akan artwork, yang mana setiap lagu memiliki interpretasi visualnya. Mulai dari kumpulan manusia koran pada single “Alibi Abadi”, bendera kuning di “Ephemeral”, simbol kepala yang dipegang pada single “Supernova”, kolase orang-orang di jalan pagi hari pada “Montase di 7 Pagi”, dan warna hijau yang mendominasi cover single “Hiatus”, menandakan ciri visual yang beragam.
7 lagu lain dari album Pasca Falasi pun memiliki artwork masing-masing sehingga memberikan keseruan tersendiri saat menikmatinya. Untuk itu, Satu Per Empat akan mengundang para pendengarnya terjun lebih dalam ke dunia Pasca Falasi melalui video album berdurasi 60 menit di YouTube mereka pada Rabu, 14 Oktober 2020. Artwork ini pun juga akan dirilis dengan kolaborasi bersama Berita Angkasa Music Store pada akhir Oktober 2020 dalam bentuk box set.
Dalam proses rekaman yang memakan waktu 2 tahun ini, Pasca Falasi diproduseri dan di-mixing oleh Bayu Perkasa bersama gitaris Audi Adrianto. Satu Per Empat memberikan ruang eksplorasi penuh kepada Bayu dalam prosesnya. Salah satu keunikan proses rekaman Pasca Falasi adalah proses take drum dan vokal yang tidak menggunakan studio, melainkan di ruang tengah sebuah vila di bilangan sawangan. “Pingin dapet suara drum yg ‘big’ dan natural. Itu butuh ruangan yg ceilingnya tinggi kalo di studio bisa diakalin melalui proses mixing tp sebisa mungkin pingin nyoba yg natural (approach-nya)”, jelas Audi. Ia juga menambahkan bahwa suasana tidak berada di studio sangat berpengaruh ke mood dan pressure saat melakukan rekaman, “suasana yg bisa nginep di rumah gede cmn full ngerjain rekaman. Ini yg utama lebih nyari seru-seruannya. Terlebih lagi kayaknya bismo lebih nyaman rekaman di tempat yg santai dan bebas boleh jam berapa aja, minum, dan ngerokok. Gak kayak di studio."


TUNTASKAN, TUNAIKAN”


“TUNTASKAN, TUNAIKAN” adalah bagian dari lagu pembuka lagu “Teorema” yang menjadi lambang
pijakan bagi Satu Per Empat hingga akhirnya merilis debut album mereka. Berbagai cerita terangkum
dalam total 12 track dengan warna dan ciri khasnya masing-masing. Satu Per Empat dipunggawai oleh
Levi Stanley (Drum), Bismo Triastirtoaji (Vokal), Rigaskara (Bass), dan Audi Adrianto (Gitar).

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
89 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000