Wawancara Bersama Mas Fahmi, Manajer Ardhito Pramono

Senin, 22 Juni 2020, Info Band

Seorang manajer band kerap dianggap bagian paling integral dalam sebuah band. Peran dan fungsinya identik dengan para anggota band itu sendiri, tak sekedar sosok manajer yang hanya mengurus tetek bengek atau adminsitrasi band saja. Mereka memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan band sebagai produk kreatif. Mereka punya sejuta gagasan untuk keseimbangan karir band atau artisnya. Eksistensinya bahkan dianggap sama dengan sang artis maupun band tersebut. Dan sosok manajer seperti itulah sosok ideal seorang manajer dalam mengelola karir sang artis maupun band.

Salah satunya adalah Mas Fahmi. Manajer yang menangani Ardhito Pramono ini bisa dibilang sebagai seorang manajer yang visioner. Kemampuannya melakukan strategi dan planning terhadap artis yang dikelolanya secara jelas, detail  dan akurat dalam sebuah konsepsi yang matang. Terbukti dengan suksesnya konser virtual #HappyConcert Ardhito Pramono yang berhasil menarik sekitar 2200 penonton.

Simak perbincangan kami bersama sang manajer Ardhito Pramono berikut:

Pertama, selamat ya atas terselenggaranya #HappyConcert Ardhito Pramano! Setelah sukses dengan itu, lagi sibuk apa nih?

Terima Kasih. Kalau gue sendiri masih tetap lah, masih mikirin konser atau job lain yang bisa dikerjain yang masih satu ranah dengan artis dan crew Ardhito Pramono. Kalau Ardhito sendiri setelah #HappyConcert kemarin alhamdullilah tambah banyak job-nya, job-job streaming tambah jalan dan kemungkinan Ardhito akan sebagai judges di semacam idol gitu lah. Terus kita mau bikin konser Ardhito tapi secara live dan terbuka, tidak ada ticketing.

Melihat antusiasme publik di #HappyConcert kemarin, juga ketidakpastian kapan pandemi serta segala imbasnya ini akan selesai, mungkinkah ada pergeseran “venue” konser ke dunia maya?

Kalau menurut gue, dan ini pernah gue obrolin bareng-bareng, sebenarnya dengan adanya pandemi ini kalau di sisi entertain itu adalah PR si manajer dan si artisnya. Kalau ditanya apakah akan ada perubahan dari offline ke online itu pasti. Selama masa pandemi semua akan lari ke streaming. Termasuk juga di label (Sony Music) rata-rata semua sudah lari ke streaming.

Melihat penonton Indonesia masih belum terbiasa dengan adanya konser virtual, apalagi membeli tiket untuk konser virtual. Bagaimana Anda menyiasati hal tersebut?

Berdasarkan pengalaman kemarin, sebenarnya ketika kita bikin konser online, kita ga berharap banyak. Benar-benar kita bisa tahu pelajaran yang kita ambil itu adalah si fans garis keras dari artis tersebut, yang lainnya sudah gaada.

Untuk #HappyConcert kemarin, terjual berapa tiket nih?

Data real kita itu sekitar 2200 tiket yang terjual.

Secara teknis, apa sih kesulitan yang dihadapi untuk menyelenggarakan konser secara virtual?

Kesulitannya sebeanarnya banyak. Karena kita berawal dari anak-anak teknis yang biasanya ngerjain off air dan di saat kemarin #HappyConcert benar-benar kita aja yang ngerjain. Kita memang belajar lagi bagaimana streaming, ngulik, alhasil ya 3 hari 3 malam tidurnya  1 jam 2 jam, ya ternyata semua yang kita bikin dari sistem, perlistikan, semuanya sudah oke tapi ternyata ada software­-nya yang tidak kompatibel dengan yang kita pakai.

Ben & Ben dan Bejamin Kheng juga turut meriahkan #HappyConcert kemarin, sebelumnya memang ada relasi antara kedua band itu atau gimana nih?

Kalau Benjamin Kheng, sudah ‘ngintip mengintip’ di Instagram sama Ardhito. Sedangkan, di Philipina itu Ardhito juga diintip-intip sama orang, tapi Philipina-nya ngasih balas Ben & Ben gitu.

Ada ga nih kiat-kiat khusus dari Anda sebagai manajer band untuk para musisi lain mengenai beradapatasi industri musik di situasi pandemi sekarang?

Kalau kiatnya ya sudah ngikutin pola sekarang saja. Yang jelas sekarang adalah streaming. Kalau timnya solid, mau belajar ya silakan mengerjakan untuk streaming-streaming semua. Tapi kalau gabisa ya harus sewa orang yang pintar untuk masalah streaming. Semua di sistemnya sih. Menurut gue memang harus ngikutin situasi sekarang kalau engga ya kelar kita di masa pandemi ini.

Ada ga sih tips and trick untuk para musisi yang ingin menggelar konser secara virtual menurut Anda?

Investasi alat sih ya.

Dari masa PSBB, Transisi, sampai “New Normal”, Apa harapan Anda sebagai manajer band kepada pemerintah terhadap industri musik di Indonesia?

Harapannya cuma satu, kasih kepastian PSBB-nya kapan selesai dan virus Corona ini benar atau tidak, sudah itu doang.

Terakhir, opini dari kaca mata Anda sebagai manajer band terhadap Info Pensi ini seperti apa sih?

Ngomongin Info Pensi ini gimana ya, sebagai media oke sih, bagus. Maksud gue tuh Info Pensi pegang komunitas yang kuat sih dan mengajarkan. Info Pensi bukan sebatas wadah media yang money oriented tapi Info Pensi ngajarin.

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
291 kali dibaca
Bagiin ke temen

Upcoming Event

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000