Why Would I Be – Live Studio Session dari Teddy Adhitya

Jum'at, 03 Mei 2019, Info Band

Jakarta, 6 April 2019 - Lahir di Yogyakarta 27 tahun yang lalu, Penggila jalan-jalan, seniman, penulis lagu, dan sosok berpengaruh, Teddy Adhitya terus berjalan dengan perjalanannya sebagai penyanyi. Setelah merilis debut album “Nothing is Real” di tahun 2017, single-single seperti “In Your Wonderland” dan “Let Me” yang dirilis pada tahun 2016 terus berkumandang dimana kedua single tersebut membawa Teddy Adhitya menjadi sorotan sebagai Pendatang Baru Terbaik dalam ajang AMI Awards 2017 lalu. Karya Teddy Adhitya tersebut juga diapresiasi dengan masuk ke dalam nominasi Breaktrhough Artist of The Year dalam penghargaan NET 4.0 dan di tahun 2018 ini, ia masuk ke dalam nominasi Male Singer of The Year dalam ajang Indonesian Choice Awards NET 5.0.

 

Tahun 2017, Teddy Adhitya memproduksi single “Bahaya (Tolong)” untuk IndahKus dan turut andil dalam single Maudy Ayunda bertajuk “We Don’t (Still Water). Sekarang, setelah merilis “In Your Wonderland”, “Let Me”, “Nothing is Real”, “Won’t Hurt You Tonight” dan “Healer”, Teddy Adhitya siap untuk merilis versi terbarunya, “Why Would I Be” teruntuk pendengarnya, Mengapa ia memilih lagu ini dirilis ulang dalam bentuk yang berbeda, karena single ini memiliki perwakilan dari banyak yang di rasakan orang terutama saat ini. Berbeda dengan versi orisinil sebelumnya , kali ini direkam secara langsung di dalam studio di bilangan Jakarta Selatan.

 

Dengan menambahkan instrument violin dan cello, kali ini ingin menyampaikan kejujuran dari lagu ini. Lebih natural dan lebih sakit. Terutama proses perekaman nya secara langsung audio dan visual di ambil bersamaan.

 

Untuk proses perekaman ini, Teddy Adhitya dibantu oleh musisi Kenny Gabriel sebagai Co-Producer dan mengisi piano, Dika Chasmala pada violin pertama , Ritter Evan pada violin kedua , dan Aryotomo Hernasto pada cello. “Saya mencoba mengambil sudut pandang ini. Bayangkan kita memiliki dua otak. Satu berpikir kita ada di sini sekarang, hidup tanpa mengkhawatirkan segala kenangan masa lalu. Dan satu lainnya terus memikirkan dan terganggu oleh kejadian masa lalu dan memengaruhi segala keputusan untuk masa depan.

 

Praktisnya, lirik dari “Why Would I Be” menjadi contoh dari situasi tersebut, tapi yang saya sampaikan jauh lebih besar dari itu. Terjebak dalam kejadian, pemikiran dan ide-ide masa lalu dan bertanya kepada diri sendiri, “Kenapa?”” – Teddy Adhitya

 

“Why Would I Be” versi orisinil telah dirilis pada 5 Oktober 2018 yang lalu dan dapat dinikmati melalu semua layanan musik digital dan video liriknya melalui YouTube. Dan versi terbaru dari “Why Would I Be” akan dirilis pada 3 Mei 2019 secara serentak di semua layanan musik digital dan youtube.

 

Teddy Adhitya’s Social Media Channels : Website : www.teddyadhitya.com Instagram : @teddyadhitya YouTube : www.youtube.com/teddyadhitya Facebook : www.facebook.com/teddyadhityamusic

 

 

Nocturn

Nocturn

Salah satu owner infopensi yang punya motto : "Brutal tapi takwa"
410 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000