Yang Lagi Belajar di Aussie, Dateng ke Indonesian Film Festival di Melbourne Yuk!

Jum'at, 08 Maret 2019, Spot Update

Salah satu acara pelajar dan anak-anak Indonesia yang lagi merantau ke Australia, Indonesian Film Festival kembali lagi untuk ke -14 kalinya di Melbourne! 2170 orang berkumpul di acara ini pada tahun kemarin, soalnya Indonesian Film Festival atau lebih dikenal dengan singkatannya IFF, bertujuan untuk mempromosikan budaya perfilman Indonesia kepada masyarakat yang ada di Negeri Kangguru tersebut.

 

Tahun ini, Indonesian Film Festival kembali dengan menayangkan 6 film di Main Screening yang berlangsung dari 5 sampai 10 April mendatang di ACMI, Federation Square. Buat kamu yang pengen jalan-jalan ke Aussie pada April besok juga boleh mampir nih. Berikut adalah daftar film-film tersebut beserta sinopsisnya:

 

Foxtrot Six

 

Menceritakan keadaan Indonesia dalam 12 tahun mendatang, film aksi terbaru ini memperlihatkan imbas kerusakan di masa depan yang dikarenakkan perubahan iklim. Hal ini menyebabkan penurunan dalam sumber daya alam hingga menjadikan minyak sebagai aset terpenting di dunia. Indonesia, terkenal memiliki jumlah lahan subur yang banyak, menjadi perebutan pasar dunia. Hingga suatu hari, pemerintah Indonesia dibajak oleh sebuah partai politik kejam yang dikenal sebagai PIRANAS.

 

Angga Saputra, mantan mariner Indonesia yang telah dimanipulasi untuk bergabung dalam PIRANAS, akhirnya menyadari maksud jahat PIRANAS lalu memutuskan untuk keluar. Dengan bantuan empat rekan mantan mariner lainnya, Angga Saputra harus mencari cara untuk menyelamatkan Indonesia dan rakyatnya dari serangan PIRANAS hanya dalam waktu tiga hari.

 

Saksikan film aksi berkualitas Hollywood ini pada tanggal 5 April 2019 di ACMI.

 

Keluarga Cemara

 

Diadaptasi dari serial televisi popular tahun 1990an, Keluarga Cemara menceritakan kehidupan sederhana keluarga Abah. Suatu saat, keluarga ini tertipu oleh salah satu anggota keluarga besar mereka sendiri dan alhasil, properti mereka disita.

 

Karena masalah finansial keluarga Abah harus pindah ke sebuah desa di bogor. Disinilah mereka harus menyusaikan diri dan mengalami berbagai ketidaknyamanan. Masalah-masalah mulai muncul dan mencobai keeratan keluarga Abah. Apakah betul harta yang paling berharga adalah keluarga?  Ikutilah perjalanan keluarga yang inspiratif ini pada 6 April 2019 di Indonesian Film Festival.

 

Night Bus

 

Film thriller ini mengisahkan sebuah perjalanan beberapa warga sipil menuju Sampar, kota yang dijaga ketat oleh tantara negara yang sedang dalam perang dengan milisi pemberontak.

 

Walaupun masing-masing warga sipil ini mempunyai tujuan berbeda-beda untuk berada di kota Sampar, mereka mengalami horror yang sama ketika bus dibajak oleh seorang pembawa pesan yang mempunyai misi untuk menyampaikan hal penting kepada Panglima Perang Samerka di Sampar. Kehadiran orang tersebut membahayakan nyawa penumpang satu bus tersebut karena ia diinginkan oleh kedua pihak. Konflik memuncak saat bus diberhentikan oleh sebuah kelompok bandit yang siap untuk berperang. Hidup setiap orang dipertaruhkan dan tidak ada satupun yang aman.

 

Alami sensasi terror Night Bus pada tanggal 7 April 2019.

 

Terbang: Menembus Langit

 

Terbang: Menembus Langit adalah sebuah film drama yang mengikuti kisah Onggy, seorang keturunan Cina yang berpindah ke Surabaya dari Kalimantan untuk berkuliah dan mengejar mimpinya menjadi pengusaha sukses. Mengingat nilai-nilai kehidupan yang diajarkan ayahnya, Onggy pantang menyerah dan menjalankan berbagai macam usaha, dari berjualan apel hingga kerupuk. Walaupun menghadapi hidup yang penuh tantangan, Onggy percaya bahwa hidup harus tetap berjalan maka, dia pantang menyerah. Bahkan setelah dia menikahpun, dia tetap bertekad untuk meraih mimpinya dengan membuka usaha di Singapura.

 

Jangan ketinggalan, dan tontonlah perjalanan kehidupan Onggy di IFF pada tanggal 8 April 2019!

 

Ave Maryam

 

Menceritakan kisah Maryam, seorang yang terlahir dari keluarga Muslim, mendapat tugas untuk mengurusi rumah biarawati di daerah Ambarawa pada tahun 1998. Terdapat 7 pensiunan biarawati yang sedang tidak terurus. Maryam melakukan yang terbaik untuk merawat satu per satu biarawati yang sudah berumur tersebut.

 

Tugas Maryam mencakup menyiapkan makanan hingga membersihkan gereja. Tetapi kerja keras dia tidak dihargai, seringkali dia terbangun pada malam hari karena biarawati memukulinya dengan sendok untuk meminta bantuan.

 

Suatu hari, Maryam mendapatkan kabar bahwa gereja tersebut mendapatkan pimpinan baru, Pendeta Joseph. Peretemuan pertama Maryam dengan pendeta tersebut sangat mengesankan dan tidak lama kemudian, mereka berdua menjalankan hubungan yang lebih dalam.

 

Namun, hubungan tersebut menyulitkan posisi Maryam sebagai pengurus biarawati. Seringkali, Maryam pulang telat dan melupakan tanggung jawabnya. Hubungan Maryam dan Joseph membuat Maryam mempertanyakan komitmen dan loyalitasnya terhadap tugasnya.

 

Saksikan drama antarbudaya ini pada tanggal 9 April 2019 di ACMI.

 

Turah

 

Bertempat di Kampung Tirang, sebuah desa dengan pusat kota Tegal, film ini mengisahkan kehidupan para penduduk kampung tersebut yang mengalami kesusahan untuk mendapatkan listrik ataupun air bersih.

 

Dengan semua hal yang terjadi, konflik social terjadi saat Darso, seorang kuragan, melakukan penipuan kepada para warga Kampung Tirung dengan alasan bahwa ia memberikan dia “kehidupan”. Walaupun kenyataannya adalah Darso hanya mempekerjakan mereka seperti budak dengan membayarnya dengan upah yang kecil.

 

Lalu, situasi diperburuk dan mentalitas Kampung Tirang diremehkan lebih lagi saat Pakel, seorang sarjana licik yang berasal dari lingkungan social yang sama, menggunakan tenaga warga untung keuntungannya sendiri.

 

Ditengah-tengah konflik-konflik tersebut, Turah dan Jadag menunjukkan kebranian untuk melawan ketidakadilan yang sedang terjadi di kampung mereka. Melalui kedua tokoh ini, warga Kampung Tirang mulai mendapatkan semangatnya kembali dan memberanikan diri untuk melawan balik para penindas.

 

Jangan ketinggalan dan datang ke IFF di ACMI pada 10 April untuk menyaksikan perjuangan Kampung Tirang juga ya!

Penjualan tiket akan dibuka pada 11 Maret nih guys.  Untuk mengetahui gimana cara membeli tiketnya, langsung aja follow akun sosial media IFF yang ada di bawah ini:

 

Facebook: Indonesia Film Festival

Instagram: @iffaustralia

Snapchat: @iff_australia

Twitter: @iffaustralia

LINE: @iffaustralia

Satria Perdana

Satria Perdana

Hobinya motret mainan, bergaul dengan sejumlah musisi, suka juga mereview film di joypixel.id.
108 kali dibaca
Bagiin ke temen

Merchandise

IDR 160.000
IDR 135.000