“Down”, Produktivitas dalam Batas Dipha Barus dan CADE

Rabu, 12 Agustus 2020, Review

Lagu kolaborasi produser andal Dipha Barus bersama musisi asal Amerika Serikat, CADE

Oleh: Pramedya Nataprawira

 

 

Satu semester 2020 sudah terlewati dan situasi penuh keterbatasan masih berlangsung. Semua orang merasakan. Semua pihak terpaksa mengambil rehat sejenak tanpa ada kepastian. Pelaku musik Indonesia yang sudah kenyang dihadapi oleh situasi industri menjengkelkan, kembali enggan berdiam diri untuk menunggu anugerah menyelesaikan keadaan. Terbukti dalam masa pandemi ini, mereka malah semakin bergelora; membuat konser amal, menghibur penggemar dalam virtual, mendukung gerakan sosial, dan tentu saja merilis karya teranyar.

Dipha Barus, produser/diskjoki ternama dari Indonesia, adalah salah satunya. Ia terus aktif mencurahkan energi, gagasan, dan musiknya ke layar gawai canggih para pendengar dari pekan ke pekan. Tidak berhenti sampai di situ, pada Jumat (14/8) ini, Dipha resmi merilis karya perdananya di 2020 berjudul “Down”, hasil kolaborasi bersama musisi R&B asal Amerika Serikat, CADE.

Dipha mencetuskan ide kolaborasi ini ketika CADE (bernama asli Cade Larson) sedang bertandang ke Jakarta untuk tampil di We The Fest 2019. Namun, penggarapannya baru dapat terjadi ketika mereka berdua – sesama roster label rekaman elektronik ternama asal AS, Ultra Record – akhirnya bertemu di Ultra Music Studio kawasan Los Angeles.

“Ide musiknya muncul saat gue sedang long trip di California highway (LA – San Francisco – Big Sur – Joshua Tree), lalu gue membuat musiknya saat menginap di Joshua Tree,” kata Dipha menceritakan proses awal pembuatan “Down”. “Jadi, lagu ini punya cinematic memories tentang Pacific Coast Highway, padang gurun Joshua Tree, dan Californian sky.” Tanpa perlu membuang waktu, sihir studio pun terjadi pada keesokan harinya karena Dipha dan CADE langsung merekam musik sekaligus pengalaman sinematik tersebut.

Dalam aransemen “Down”, Dipha menyisipkan kembali frekuensi bunyi-bunyian tradisional Indonesia untuk membentu karakterisik suara dan aransemen dasar lagunya. Kemudian bagan tersebut dirancang adaptif agar sesuai dengan karakter vokal yang dimiliki CADE. “Saya dan Dipha merasa cocok ketika pertama kali bertemu di Ultra Music Studio sebelum pandemi COVID-19. Dari pertemuan pertama itu, kami merasa terhubung secara personal maupun kolaborator,” ungkap CADE tentang afiliasi mereka. Hasilnya adalah sebuah tembang house yang dibalut kental oleh spektrum musik pop; mengundang spirit Frankie Knuckles ke dalam nuansa dan pop dekade ini. Sebuah upaya hibrida musik dari seorang Dipha Barus yang sukses membawa repertoar miliknya ke hidup jutaan pendengar.

Sayangnya sebelum “Down” dinyatakan rampung seratus persen, data rekaman lagu tersebut sempat lenyap akibat kerusakan teknis saat Dipha kembali ke Jakarta. Kesempatan emas yang Dipha manfaatkan selama dua bulan di LA, hilang begitu saja. Pandemi pun datang menyelak, Dipha harus menggarap ulang “Down” di Bali sedangkan Cade melanjutkan penulisan lirik di LA.

“Setelah melalui segala penghalang dan apalagi dalam masa yang cukup aneh dan rapuh, ketekunan dalam upaya berkarya dan persepsi yang tepat menjadi penting. Semuanya tentang persepsi, bagaimana kalian melihat sesuatu kembali ke diri kalian masing-masing. Kita berpikir bahwa lockdown adalah sebuah penghalang, namun ternyata kreativitas malah mengalir dengan baik,” ungkap Dipha tentang usaha membangkitkan “Down”.

Selaras dengan Dipha terkait persepsi, lirik “Down” pun mengisahkan tentang sudut pandang dalam memanfaatkan waktu di masa penuh batas ini. “’Down’ adalah lagu tentang living in the moment dengan orang yang paling kita sayangi dan tidak terlalu mengkhawatirkan akan hal yang terjadi di masa depan. Simple as lemonade,” ungkap CADE. “Saya berharap lagu ini bisa menghantarkan senyuman dan kebahagiaan kepada semua orang saat kita sedang melalui sebuah pengalaman yang penuh tekanan di situasi pandemi ini.”

Rasanya musisi memiliki peran yang distingtif dalam situasi pandemi. Mereka senantiasa menopang kebutuhan hiburan dan inspirasi banyak orang, meski industrinya sedang tersesak dan tidak dapat mewadahi secara utuh. Padahal yang harus diingat, musisi adalah manusia yang menyimpan kepelikan hidupnya sendiri. Mereka hanya memilih menyalurkan kepelikan tersebut, bukan termakan olehnya. Salah satu contohnya adalah “Down”, lahir dengan latar terjal juga tak menentu dari perjalanan hidup seorang Dipha Barus. Dan lagu ini menjadi yang pertama baginya di 2020, karena Dipha siap merampungkan sisa tahun dengan lagu-lagu kolaborasi bersama musisi internasional lainnya.

“Down” dari Dipha Barus dan CADE sudah dapat didengar di layanan musik digital kegemaran Anda. Jika ingin mengalami lagu ini dalam sesi virtual, kunjungi saluran YouTube Dipha Barus pada 16 Agustus karena keduanya akan tampil membawakannya.

 

 

***

Song title: Down

Artist: Dipha Barus & Cade

Songwriter: Dipha Barus & Cade

Produced by Dipha Barus

Co-Produced by Mbe Sheehan & Kayman Cade’s

Vocal recorded at Ultra Music Studio

Mixed by Jonathan Pardede

Mastered by Sam

Artwork by Mol Edrin

P&C Ultra Music 2020

 

Follow Along with Dipha Barus

Spotify I Instagram I Facebook I Twitter I Soundcloud | Tik Tok | Youtube

Follow Along with CADE

Spotify I Instagram I Facebook I Twitter I Soundcloud |Tik Tok

For More “DIPHA BARUS” and “CADE” Information:

PON YOUR TONE MEDIA CONTACT 

- Andre (+62 877 8713 7171)

CREATHINK PUBLICIST:

- Aldila (+62 856 9125 2005)

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
393 kali dibaca
Bagiin ke temen