Era New Normal Eksistensi Bioskop Mungkin Tidak akan Sama Lagi

Senin, 06 Juli 2020, Review

Sejak bioskop pertama dibangun, film telah menjadi bentuk seni egaliter yang hebat. Orang kaya pergi, kelas menengah tidak mengendus, tetapi Anda juga bisa berkencan jika Anda tidak kaya dan ingin keluar malam. Fungsi budaya film terkait erat dengan harga. Jika tidak murah, kekuatannya akan berkurang. Ini adalah salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik: menonton film adalah untuk semua orang.

Waktu seperti ini mungkin bisa dibilang hal yang menakutkan bagi industri film. Bagaimana tidak, situasi ini seperti mati suri, hampir empat bulan bioskop di Indonesia tidak beroperasi. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menghambat penyebaran virus corona. Tidak ada yang tahu kapan proyektor akan dinyalakan kembali. 

Jika kita benar-benar memasukin era ‘new normal’, pengalaman datang ke bioskop mungkin akan berbeda. Strategi baru yang diterapkan pemilik teater agar dapat dibuka kembali dengan aman dapat mengubah cara bioskop beroperasi secara bersamaan. Misalnya, tidak ada lagi sistem pembelian tiket di tempat. Konsumen yang ingin menyaksikan pertunjukan film harus terlebih dahulu membeli tiket secara online sebelum datang ke bioskop guna menghindari kontak fisik secara langsung.

Protokol kesehatan anjuran pemerintah menjadi hal wajib untuk diterapkan. Penggunaan masker oleh pelanggan dan staf, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area bioskop, dan memastikan ketersediaan handsanitizer di setiap sudut ruangan adalah standar yang harus dijalankan. Mungkin bisa ditambahkan penyediaan masker sekali pakai untuk para pelanggan yang mungkin lupa membawa masker.

Penambahan teknologi seperti mesin touch screen atau biasa disebut self service ticket machine menjadi alternatif baru untuk menghindari sentuhan fisik antara pelanggan dengan staf bioskop. Mengutip dari kompas.com, CGV sudah menyediakan mesin tersebut “Kita juga telah siapkan beberapa pos mesin touch screen untuk penonton yang mau menonton jadi tidak perlu ada kontrak dengan staf. Penonton juga bisa langsung secara mudah dan sendiri," ujar Hariman (PR CGV).

Selain itu, jaringan bioskop CGV juga akan menerapkan physical distancing dengan jeda satu kursi setiap penonton di dalam studio. “Iya, kami menerapkan social distance," tambahnya. Tidak lupa juga untuk pembelian makanan dan minuman juga bisa menggunakan mesin self service tersebut.

Fahri Ramadhan

Fahri Ramadhan

Anak baru dengan jiwa lama.
673 kali dibaca
Bagiin ke temen