Moral Compass Menjadi Jembatan Bagi Streetwalker Menuju Album Kedua

Rabu, 06 Oktober 2021, Review

Setelah Control Ur Mind (2015) debut album kami dengan lagu-lagu seperti Believe, Wicked Woman, Live, Love, Relax, dan Dereliction, yang membawa perjalanan kami hingga bermain di Festival Envol Et Macadam di Quebec City, Canada. Kini kami memulai fase baru dengan karya “Moral Compass”, melanjutkan The Sun dari kesatuan konsep album kedua kami berjudul "P.U.L.S.E" yang akan bercerita tentang fase kehidupan manusia dan interaksinya dengan dunia saat ini dan mungkin masa mendatang; Dunia Digital "Society 5.0".

Kami bersama-sama menyentuh sesuatu hal eksotis yang belum pernah kami rasakan sebelumnya dalam bermusik. Hasilnya tempo cepat pada intro, nyanyian psychedelic yang halus, paduan suara yang agresif, dan jamming penutup Bossa/Swing-Rock yang tak terduga tercampur dengan baik sebagai gelombang harmoni.
Tema lirik bercerita tentang cerminan proses pencarian jati diri di zaman informasi digital yang cepat dan bagaimana disinformasi dapat dengan mudah disuguhkan di atas meja, “Moral Compass” menjadi simbol dari proses menyeimbangkan diri dari lingkungan digital yang terkadang menyebabkan perasaan kehilangan, kesepian, dan depresi, jika digunakan berlebihan.

“Moral Compass” direkam di Studio Masak Suara dibantu langsung oleh produser Yosaviano yang diprakarsai Edo Rusri. Untuk proses mixing & mastering dikerjakan bersama-sama dengan komando Faiz Marie. Musik dan aransemen direkam sendiri oleh Hafidz Tamjidi (vokal dan gitar), Agung Reza (gitar), Andika Rahimy (drum), dan Faiz Marie (bas).

Membahagiakan ketika kami bisa merekam musik selama pandemi (3 tahun setelah lagu dibuat), melakukan apa yang kami suka, menjauh dari depresi pandemi, mengubah hari yang buruk menjadi hari yang penuh dengan kegembiraan, dan menikmati setiap proses yang kami miliki.

Selamat mendengarkan!

 

Coutinho

Coutinho

Pemain Liverpool yang berbahagia di akhir pekan
330 kali dibaca
Bagiin ke temen