

“Masihkah Ada” merupakan sebuah perenungan tentang cinta yang diuji oleh waktu, keadaan, dan keberanian untuk tetap peduli walaupun keadaan tidak lagi sama seperti semula. Lagu ini bercerita tentang cinta dalam makna yang sangat luas yakni cinta kepada pasangan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada kejujuran, dan cinta kepada tanah air yang dilahirkan sebagai ruang bersama untuk bersuara dan bermimpi.
Dalam lirik-liriknya Giusti Raka menyampaikan, cinta tidak hadir sebagai romantisme semata, melainkan sebagai sikap, yaitu sikap kesetiaan untuk tidak berpaling ketika keadaan tidak lagi baik-baik saja, ketika suara-suara mulai diredam, dan ketika kebenaran tak bisa lagi diucapkan. frasa “Masihkah Ada” merupakan pertanyaan mengenai apakah cinta masih hidup di tengah ketakutan, apakah kepedulian masih tertanam saat diam dianggap aman.
Lagu ini juga relevan merekam kegelisahan kolektif terhadap Indonesia hari ini, dimana demokrasi kerap dibungkam, perbedaan dipersempit, dan keberanian sering kali dibayar mahal. Alih-alih menyerah dalam amarah, “Masihkah Ada” menjadi jalan refleksi untuk mengajak seluruh pendengarnya agar melihat kembali nuraninya, untuk mengingat bahwa cinta tidak selalu bergantung pada perbuatan, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk bertanya, mengingat, dan tidak melupakan.
"Melalui komposisi yang intim dan sarat makna, karya ini menjadi ruang kontemplasi bagi siapa pun yang masih percaya bahwa cinta baik kepada siapapun dan apapun adalah kekuatan yang menjaga kita untuk tetap berdiri dan berjuang", ujar Giusti Raka. Dalam produksinya “Masihkah Ada” dibantu oleh Kamga Mo sebagai vocal director dan Rayendra Sunito sebagai engineer mixing dan mastering. Dengan dinaungi Prema Svara Record,sebuah label baru yang digerakan dan didominasi oleh Gen Z, Giusti Raka diharapkan mampu menembus pasar musik Indonesia.